ABSTRAK : Rendahnya hasil belajar IPA di sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam membangun pengetahuan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran berpikir induktif pada siswa kelas III SD Negeri 2 Loloan Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa yang terdiri atas 20 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berpikir induktif mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 52,50 pada kondisi awal menjadi 65,28 pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,06 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 33,33% pada kondisi awal menjadi 61,11% pada Siklus I dan mencapai 94,44% pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, model pembelajaran berpikir induktif juga mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengamati, berdiskusi, mengelompokkan informasi, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Dengan demikian, model pembelajaran berpikir induktif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA di sekolah dasar.