Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Berfikir Induktif Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Lalu Belik Made Dwipa; M.Taufik
Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Rendahnya hasil belajar IPA di sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam membangun pengetahuan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran berpikir induktif pada siswa kelas III SD Negeri 2 Loloan Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa yang terdiri atas 20 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berpikir induktif mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 52,50 pada kondisi awal menjadi 65,28 pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,06 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 33,33% pada kondisi awal menjadi 61,11% pada Siklus I dan mencapai 94,44% pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, model pembelajaran berpikir induktif juga mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengamati, berdiskusi, mengelompokkan informasi, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Dengan demikian, model pembelajaran berpikir induktif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA di sekolah dasar.
Penguatan Kreativitas dan Orientasi Karier Siswa Sekolah Dasar Melalui Katalog Sekolah di SDN 3 Bentek Fitriani Rahayu; Nunung Mardianti; Lalu Belik Made Dwipa
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga kreativitas dan orientasi karier peserta didik sejak usia dini. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang memiliki pemahaman terbatas mengenai pentingnya kreativitas dan keberagaman pilihan profesi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai kreativitas serta memperluas wawasan orientasi karier melalui pemanfaatan katalog sekolah sebagai media edukasi di SDN 3 Bentek, Kabupaten Lombok Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, penyusunan katalog sekolah, sosialisasi, diskusi interaktif, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah guru serta siswa kelas V dan VI SDN 3 Bentek. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan katalog sekolah mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep kreativitas, memperluas pengetahuan tentang berbagai pilihan profesi, serta meningkatkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Media katalog juga memberikan manfaat bagi guru sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa katalog sekolah merupakan media edukasi yang efektif dalam mendukung pengembangan kreativitas dan orientasi karier siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan partisipatif.