Gatot Santosa
Akademi Pendidikan Kesehatan Talitakum

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ansietas Pelajar Kelas XI Reguler Dalam Menghadapi Ujian Kenaikan Kelas Di SMA Swasta Methodist-1 Medan Tahun 2018 Tulus Samuel Sitorus; dr Michael; Kesawa Sudarsih; Eny Eny Siswanti; Gatot Santosa
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gangguan mental emosional merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan khusus. Data Riskesdas 2013 yang menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala kecemasan. Ujian Kenaikan Kelas adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Ujian Kenaikan Kelas seringkali memicu ansietas pada pelajar dikarenakan kurangnya persiapan siswa dalam memahami konsep-konsep yang diujikan didalam ujian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ansietas pelajar kelas XI Reguler dalam menghadapi Ujian Kenaikan kelasMetode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar kelas XI Reguler di SMA Swasta Methodist-1 Medan. Pengambilan data dengan wawancara berdasarkan HRS-A (Hamilton Rating Scale-Anxiety) kemudian data dianalisis.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian terhadap 80 orang pelajar kelas XI Reguler, ditemukan bahwa 23 orang (26.25%) Tidak Ada Ansietas, 24 orang (30%) Ansietas Ringan, 19 orang (23.75%) Ansietas Sedang, 15 orang (18.75%) Ansietas Berat, 1 orang (1.25%) Ansietas Berat Sekali.Kesimpulan : Ditemukan tingkat Ansietas yang berbeda-beda pada pelajar kelas XI Reguler di SMA Swasta Methodist-1 Medan, dengan usia terbanyak pada 16 tahun, ditinjau dari jenis kelamin laki-laki lebih dominan dari perempuan (L: 57.5%; P: 42.5%), terbanyak berposisi sebagai anak pertama dalam keluarga dan jumlah anggota keluarga mayoritas berjumlah 5 orang dan dominan orang tua bekerja sebagai Wiraswasta