Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Yuridis Pemerasan dan Pengancaman di Pasar Baru Atambua Stella Gratio Jehaman; Rudepel Petrus Leo; Bhisa Vitus Wilhelmus
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12864

Abstract

This study aims to identify the reasons behind the recurring commission of extortion and criminal intimidation at Pasar Baru Atambua despite these acts being regulated under Articles 482 and 483 of the New Criminal Code and to determine whether law enforcement processes align with applicable regulations. The study employs an empirical-juridical method, utilizing both statutory and field-based approaches. Data were gathered through literature reviews and interviews with relevant stakeholders at Pasar Baru Atambua and the Belu District Police (Polres Belu). The findings indicate that extortion and intimidation persist at Pasar Baru Atambua due to victims' reluctance to report incidents, a prevalence of non-formal resolutions or restorative justice, and a lack of effective deterrence for perpetrators. The study also reveals that law enforcement has not fully adhered to the provisions of Articles 482 and 483 of the New Criminal Code; among the incidents that occurred, only the "Atmager" case proceeded to the formal reporting stage, while most other cases were resolved informally. Consequently, there is a discrepancy between the prevailing legal norms and actual law enforcement practices in the field.
Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua dalam Penelantaran Anak di Kota Kupang Karin Paula Aurelia Radja Gah; Rudepel Petrus Leo; Orpa Ganefo Manuain
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap orang tua dalam tindak pidana penelantaran anak serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penegakan hukumnya di wilayah Kepolisian Resor Kupang Kota. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan temuan empiris dan teori hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif dan empiris, pertanggungjawaban pidana terhadap orang tua pelaku penelantaran anak telah memenuhi unsur tindak pidana, baik unsur objektif maupun subjektif. Namun demikian, implementasi penegakan hukum belum berjalan secara optimal, yang ditandai dengan terbatasnya kasus yang diproses hingga tahap persidangan. Faktor penghambat meliputi aspek hukum, penegak hukum, masyarakat, dan budaya hukum, yang secara keseluruhan mencerminkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik (implementation gap). Selain itu, dominasi pendekatan non-litigasi seperti restorative justice dalam beberapa kasus berpotensi mengurangi efektivitas pertanggungjawaban pidana dan efek jera terhadap pelaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permasalahan utama tidak terletak pada substansi hukum, melainkan pada lemahnya implementasi dan konsistensi penegakan hukum, sehingga diperlukan reorientasi penegakan hukum yang lebih menekankan perlindungan anak, penguatan kapasitas aparat, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
Kajian Hukum Pidana terhadap Kekerasan yang Dilakukan oleh Anak terhadap Anak di Kecamatan So’a Kabupaten Ngada Ludowikus Yosef Soa Wage; Rudepel Petrus Leo; Heryanto Amalo
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.18089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum oleh hakim dalam perkara tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan kematian oleh pelaku anak terhadap anak korban serta perlindungan hukum terhadap anak pelaku berdasarkan Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN Bjw. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus dan pendekatan perundang-undangan. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada dan Pengadilan Negeri Bajawa. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan dengan melibatkan 33 informan yang terdiri atas hakim, anak pelaku, keluarga korban, keluarga pelaku, guru, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum oleh hakim didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan mempertimbangkan aspek yuridis dan non yuridis, seperti usia anak, penyesalan pelaku, dan peluang pembinaan. Perlindungan hukum terhadap anak pelaku diberikan sejak tahap penyidikan hingga pelaksanaan pidana melalui pendampingan hukum, pemeriksaan secara humanis, persidangan tertutup, serta pembinaan dalam lembaga pemasyarakatan. Dengan demikian, pemidanaan terhadap anak tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada rehabilitasi dan perlindungan hak anak.