Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Mahasiswi Universitas Negeri Padang Anisa Miftahul Jannah; Yusni Atifah; Abdul Razak
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12931

Abstract

Tujuan Penelitian ini mengkaji hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Negeri Padang. Metode Survei deskriptif kuantitatif cross-sectional dilakukan terhadap 91 mahasiswi dari berbagai fakultas melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur Google Form sebanyak 27 item mencakup data antropometri, karakteristik menstruasi, dan faktor gaya hidup. Klasifikasi IMT menggunakan standar WHO untuk populasi Asia. Hasil Sebagian besar responden ber-IMT normal (64,8%), sedangkan 35,2% berada di luar rentang normal. Kelompok obesitas menunjukkan ketidakteraturan siklus tertinggi (75,0%), diikuti overweight (50,0%), kurus (43,8%), dan normal (34,7%). Faktor gaya hidup yang berperan: 83,5% tidur kurang dari 7 jam/malam, 93,5% merasakan dampak stres pada siklus, dan 89,6% jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Kesimpulan utama IMT di luar rentang normal berkaitan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi melalui dua jalur fisiologis berbeda: defisit energi dan supresi GnRH pada kondisi kurus, serta hiperaromatisasi dan hiperandrogenisme pada overweight dan obesitas. Edukasi kesehatan terpadu yang menyasar status gizi, pola tidur, dan manajemen stres perlu diintegrasikan di lingkungan kampus.
Teknik Pembibitan Mahoni (Swietenia Mahagoni) Berkualitas Di Uptd Bspth Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Anisa Miftahul Jannah; Abdul Razak
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.242

Abstract

Penelitian magang ini mendokumentasikan teknik pembibitan mahoni (Swietenia mahagoni) di Persemaian Permanen UPTD BSPTH Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakan 5 Januari – 18 Februari 2026. Melalui observasi partisipatif dan wawancara terstruktur, kajian meliputi tahapan pengadaan benih dari petani lokal, perendaman benih selama 24 jam, penyemaian berlapis di bedengan bersubstrat cocopeat, serta penyapihan ke polybag bermedia tanah, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 3:1:1. Bibit secara konsisten mencapai tinggi siap distribusi 30-40 cm dalam tiga bulan. Perendaman mempercepat imbibisi dan meningkatkan persentase perkecambahan, sedangkan cocopeat mempertahankan kelembapan dan aerasi zona akar selama fase bedengan maupun polybag. Pemeliharaan harian yang ketat penyiraman dua kali sehari, pembuangan serasah, dan pemantauan hama menjaga angka kematian bibit tetap rendah. Protokol terstandar UPTD BSPTH terbukti andal menghasilkan bibit mahoni berkualitas tinggi yang siap mendukung reboisasi berskala luas di Sumatera Barat
Teknik Pembibitan Mahoni (Swietenia Mahagoni) Berkualitas Di Uptd Bspth Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Anisa Miftahul Jannah; Abdul Razak
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.242

Abstract

Penelitian magang ini mendokumentasikan teknik pembibitan mahoni (Swietenia mahagoni) di Persemaian Permanen UPTD BSPTH Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakan 5 Januari – 18 Februari 2026. Melalui observasi partisipatif dan wawancara terstruktur, kajian meliputi tahapan pengadaan benih dari petani lokal, perendaman benih selama 24 jam, penyemaian berlapis di bedengan bersubstrat cocopeat, serta penyapihan ke polybag bermedia tanah, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 3:1:1. Bibit secara konsisten mencapai tinggi siap distribusi 30-40 cm dalam tiga bulan. Perendaman mempercepat imbibisi dan meningkatkan persentase perkecambahan, sedangkan cocopeat mempertahankan kelembapan dan aerasi zona akar selama fase bedengan maupun polybag. Pemeliharaan harian yang ketat penyiraman dua kali sehari, pembuangan serasah, dan pemantauan hama menjaga angka kematian bibit tetap rendah. Protokol terstandar UPTD BSPTH terbukti andal menghasilkan bibit mahoni berkualitas tinggi yang siap mendukung reboisasi berskala luas di Sumatera Barat