Tujuan Penelitian ini mengkaji hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Negeri Padang. Metode Survei deskriptif kuantitatif cross-sectional dilakukan terhadap 91 mahasiswi dari berbagai fakultas melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur Google Form sebanyak 27 item mencakup data antropometri, karakteristik menstruasi, dan faktor gaya hidup. Klasifikasi IMT menggunakan standar WHO untuk populasi Asia. Hasil Sebagian besar responden ber-IMT normal (64,8%), sedangkan 35,2% berada di luar rentang normal. Kelompok obesitas menunjukkan ketidakteraturan siklus tertinggi (75,0%), diikuti overweight (50,0%), kurus (43,8%), dan normal (34,7%). Faktor gaya hidup yang berperan: 83,5% tidur kurang dari 7 jam/malam, 93,5% merasakan dampak stres pada siklus, dan 89,6% jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Kesimpulan utama IMT di luar rentang normal berkaitan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi melalui dua jalur fisiologis berbeda: defisit energi dan supresi GnRH pada kondisi kurus, serta hiperaromatisasi dan hiperandrogenisme pada overweight dan obesitas. Edukasi kesehatan terpadu yang menyasar status gizi, pola tidur, dan manajemen stres perlu diintegrasikan di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026