Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RENDAHNYA MINAT REMAJA DI DESA TRAWAS UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI Eka Aprilisia Milanda; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah; Walib Abdullah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat sebagian remaja di Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang yang lebih luas di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat remaja di Desa Trawas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa remaja yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta orang tua mereka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan, keraguan terhadap kemampuan akademik, serta keinginan untuk segera bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri. Faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi keluarga, pengaruh teman sebayaketersediaan lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar, serta pandangan masyarakat yang menganggap bekerja setelah lulus SMA/SMK lebih menguntungkan dibandingkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, meskipun sebagian besar orang tua memberikan dukungan terhadap pilihan anak, keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja umumnya diserahkan sepenuhnya kepada anak. Dukungan tersebut belum disertai dengan dorongan atau motivasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga sebagian besar remaja lebih memilih bekerja setelah lulus sekolah.