Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Improving Teacher Competence through SDGS-Based Learning Design Training: A Practice-Based Approach Using Black Soldier Fly Cultivation Ulfi Faizah; Muji Sri Prastiwi; Nur Ainiyah; Walib Abdullah; Dian Permatasari Kusuma Dayu; Dwi Setyo Pratiwi
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v4i2.613

Abstract

Background: Teachers at Insan Cendekia Mandiri Boarding School, Sidoarjo, needed the initiative to bridge the gap between theory and practice. We knew that educators need more than just concepts, so we provide hands-on training to help them design SDG-based lessons that effectively instill sustainability values directly in the classroom.Objectives: This community service program aimed to improving teacher competence through SDGs-based learning design training: a practice-based approach using                 black soldier fly cultivation. Teachers at Insan Cendekia Mandiri Boarding School, Sidoarjo empowered through a workshop on SDG-based lesson design with essential sustainability values.Methods: This community service activity was conducted through a workshop-based approach. The program began with an introduction to SDG-based learning models and methods, followed by the development of relevant teaching materials and media. It also included hands-on workshops and learning simulations using black soldier fly cultivation, concluding with continuous evaluation and long-term mentorship.Result: The program successfully empowered the teachers through three core achievements: a deeper understanding of SDG-based design and black soldier fly cultivation proven by improved test scores; a wealth of innovative strategies for the curriculum; and the practical skills to bring these lessons to life. The teachers' enthusiastic response reflected a newfound confidence in leading sustainable learning.Conclusion: This community service program has successfully improving teacher competence through SDGs-based learning design training with a practice-based approach using black soldier fly cultivation empowered teachers at Insan Cendekia Mandiri Boarding School, Sidoarjo. Through specialized training in SDG-based lesson design, we have equipped educators with the tools and knowledge needed to share essential sustainability values with their students.
ANALISIS FAKTOR RENDAHNYA MINAT REMAJA DI DESA TRAWAS UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI Eka Aprilisia Milanda; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah; Walib Abdullah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat sebagian remaja di Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang yang lebih luas di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat remaja di Desa Trawas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa remaja yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta orang tua mereka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan, keraguan terhadap kemampuan akademik, serta keinginan untuk segera bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri. Faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi keluarga, pengaruh teman sebayaketersediaan lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar, serta pandangan masyarakat yang menganggap bekerja setelah lulus SMA/SMK lebih menguntungkan dibandingkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, meskipun sebagian besar orang tua memberikan dukungan terhadap pilihan anak, keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja umumnya diserahkan sepenuhnya kepada anak. Dukungan tersebut belum disertai dengan dorongan atau motivasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga sebagian besar remaja lebih memilih bekerja setelah lulus sekolah.
THE ROLE OF CHARACTER EDUCATION IN SHAPING THE PANCASILA STUDENT PROFILE Walib Abdullah; Adi Maladona
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v3i3.454

Abstract

This study aims to analyze the role of character education in shaping the Pancasila Student Profile among secondary school students. The research employed a qualitative approach with a case study method conducted at a secondary school that has implemented character education programs and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that character education is integrated through intracurricular, cocurricular, and daily habituation activities. The P5 program has been shown to contribute significantly to the development of students’ creativity, collaboration, critical thinking, and social awareness. Teachers play an essential role as role models, facilitators, and mentors in instilling character values. The positive impact of character education is evident in the enhancement of the six dimensions of the Pancasila Student Profile, namely noble character, global diversity, cooperation, independence, critical reasoning, and creativity. Nevertheless, the implementation of character education still faces several challenges, such as inconsistent teacher commitment and limited program implementation time. Overall, this study reinforces that character education plays a central role in realizing the Pancasila Student Profile, and its successful implementation is strongly influenced by school support, teacher exemplification, and the sustained development of a positive school culture.
Strategi SMAN 2 Lamongan Dalam Menginternalisasikan Nilai Gotong Royong Pada Peserta Didik Untuk Menghadapi Tantangan Society 5.0 : Penelitian Eka Fitria Putri Harianti; Rianda Usmi; Warsono; Walib Abdullah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.576

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga memunculkan tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi sekolah dalam menginternalisasikan nilai gotong royong pada peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler untuk menghadapi tantangan Society 5.0, serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, kurikulum, guru pendidikan pancasila, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, pengelompokkan data, penyajian data dan verifikasi. Diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai gotong royong dalam kegiatan intrakurikuler diintegrasikan melalui pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) yang berpedoman pada modul ajar, motivasi yang diberikan oleh pendidik, serta melalui Program Jumat Bersejarah yang membiasakan peserta didik mempraktikkan nilai gotong royong. Strategi tersebut mencerminkan komponen pendidikan karakter Thomas Lickona, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, sehingga mampu memperkuat karakter gotong royong peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan era Society 5.0.
Transformasi Gaya Manajemen Kelas Guru Pendidikan Pancasila dalam Menghadapi Phubbing di Era Digital Novi Dwi Fitria; Rianda Usmi; Siti Maizul Habibah; Walib Abdullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gaya manajemen kelas guru Pendidikan Pancasila sebagai classroom manager dalam membentuk kedisiplinan akademik siswa di SMKN 2 Ngawi pada era digital. Fokus penelitian diarahkan pada perubahan pendekatan guru dalam mengelola kelas yang pada awalnya cenderung permissive, yaitu memberikan kelonggaran penggunaan smartphone dalam pembelajaran, menuju pendekatan yang lebih terarah, tegas, komunikatif, dan edukatif sebagai respons terhadap gangguan penggunaan smartphone di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru Pendidikan Pancasila dan tujuh peserta didik, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam artikel ini, data hasil penelitian ditafsirkan ulang menggunakan teori Diana Baumrind dengan fokus pada gaya permissive dan authoritative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, guru Pendidikan Pancasila memberikan ruang kelonggaran penggunaan smartphone untuk mendukung pembelajaran, namun kelonggaran tersebut kemudian mulai dibatasi karena berdampak pada menurunnya perhatian, keterlibatan, dan kedisiplinan akademik siswa. Selanjutnya, guru mengembangkan pendekatan yang lebih authoritative melalui penetapan aturan penggunaan smartphone secara jelas, pengawasan aktif, teguran yang tegas namun tetap menghargai siswa, serta dialog agar siswa memahami pentingnya disiplin akademik. Transformasi tersebut berkontribusi pada meningkatnya keteraturan kelas, keterlibatan siswa, dan pembiasaan tanggung jawab akademik.