Bawang merah (Allium ascalonicum, L) merupakan komoditas hortikultura strategis yang harganya di Kota Medan cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persediaan bawang merah hari ini, jumlah pemasok, dan harga barang subtitusi (bawang bombay) terhadap harga bawang merah di Kota Medan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di tiga pasar tradisional, yaitu Pasar Simpang Limun, Pasar Delitua, dan Pasar Sukaramai, dengan menggunakan metode sampling insidental terhadap 30 pedagang bawang merah. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan model logaritma natural (Ln), yang sebelumnya diuji dengan uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (Uji-t), hanya variabel harga barang subtitusi/bawang bombay yang berpengaruh nyata terhadap harga bawang merah (nilai signifikansi 0,051 < 0,10), sedangkan variabel persediaan hari ini dan jumlah pemasok tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan (Uji F), ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga bawang merah dengan nilai signifikansi 0,038 < 0,10 dan F hitung 3,252 > F tabel 2,31. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,273 menunjukkan bahwa 27,3% variasi harga bawang merah dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 72,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah menetapkan kebijakan stabilisasi harga dan petani meningkatkan produktivitas guna menjaga ketersediaan pasokan bawang merah di pasar.