Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Di Pasar Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang Tina Herianty Masitah; Adriansyah Adriansyah; Nining Susilawati
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 6, No 1 (2022): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v6i1.12885

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan cukup penting dalam perekonomian nasional terutama perekonomian rakyat serta mendorong pemerataan pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya alamnya. Fluktuasi yang terjadi pada harga cabai,mengindikasikan bahwa cabai memiliki risiko harga.enentuan harga oleh permintaan dan penawaran dalam teori ekonomimikro, harga terbentuk olehkeseimbangan antar kurva permintaan dankurvapenawaran. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui fluktuasi harga cabai rawit (Capsicum frutescens L)di Pasar Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang. Penelitian ini dilaksanakan di pasar Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Medan Sumatera Utara. Waktu pelaksanaan penelitian di mulai pada bulan September- November 2022. Data yang dikumpulkan dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat sampel dengan menggunakan daftar pertanyaan (quisioner) yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Hasil Penelitian menunjukkan Terjadinya turun naik fluktuasi harga cabai rawit secara signifikan di Pasar Padang Bulan pada periode. Mei Agustus 2022
Analisis Faktor Sosial Dan Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah (Oryza sativa L.) Tina Herianty Masitah; Adriansyah Yoesoef; Siska Yulianita Lubis; Leny Kusumawati
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 11 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang sangat penting di dunia setelah gandum dan jagung. Padi merupakan tanaman pangan yang sangat penting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Anyar Kecamatan Bringin Kabupaten Deli Serdang.Jenis data yang dipakai adalah jenis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pupuk dan bibit yang berpengaruh pada pendapat petani di Desa Karang Anyar Kecamatan Bringin kabupaten Deli Serdang dari persamaan regresi linier berganda secara serempak atau menyuluruh faktor sosial: umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan, tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Dari persamaan regresi linier berganda secara serempak atau menyeluruh faktor ekonomi: luas lahan, bibit, pestisida, pupuk dan tenaga kerja hanya pupuk dan bibit yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Bringin Kabupaten Deli Serdang.
Analisis Faktor Sosial Dan Ekonomi Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Organik Tina Herianty Masitah; Siska Yulianita Lubis; Rismaito Harahap
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 11 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan tanaman serealia penting dan digunakan sebagai makanan pokok oleh bangsa Indonesia. Produksi padi sangat perlu untuk ditingkatkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produksi padi adalah penggunaan varietas, pemakaian pupuk dan cara bercocok tanam (Andoko, 2010).Penelitian ditentukan secara Purposive Sampling (Tempat penelitian ini ditentukan secara sengaja) yaitu di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Dengan pertimbangan bahwa di di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin merupakan salah satu daerah dengan produktifitas yang cukup tinggi pada tanaman padi. Penetapan Desa Karang Anyar sebagai daerah penelitian karena wilayahnya yang cukup luas dan tanah yang cocok untuk tanaman padi.Hasil penelitian yang berpengaruh terhadap pendapatan petani di desa karang anyar kecamatan bringin kabupaten Deli Serdang di faktor sosial yaitu hanya pengalaman, dan di faktor sosial bibit dan tenaga kerja Hipotesis yang menyatakan kan bahwa pengalaman (X4) menyatakan bahwa berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi organik hipotesis yang menyatakan bahwa benih (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi padi organik hipotesis yang menyatakan Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi organik di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang dapat diterima.
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Ostreatus) DI P4S CENDAWAN EDUWISITA Tina Herianty Masitah; Siska Yulianita Lubis; Rahma Diana Simatupang
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12154

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) adalah salah satu jenis jamur kayu yang banyak dicari masyarakat karena mudah untuk diolah dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali jalur distribusi jamur tiram di P4S Cendawan Eduwisata, menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi aktivitas pemasaran, serta merumuskan strategi pemasaran yang sesuai untuk usaha ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja, dengan responden yang merupakan petani jamur tiram yang terlibat langsung dalam kegiatan usaha tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei, sedangkan untuk analisisnya, digunakan analisis SWOT guna menilai keadaan usaha. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saluran distribusi jamur tiram di P4S Cendawan Eduwisata termasuk sederhana, yaitu hanya melalui satu jalur langsung dari produsen ke konsumen dengan harga jual sebesar Rp23. 000 per kilogram. Berdasarkan analisis SWOT, faktor internal yang menjadi kekuatan mencakup kualitas produk yang tinggi, kebutuhan modal yang relatif rendah, harga yang bersaing, serta keberadaan pelanggan yang loyal. Di sisi lain, kelemahan yang dihadapi meliputi kurangnya aktivitas promosi, sistem pemasaran yang belum optimal, dan teknologi produksi yang masih sederhana. Dari aspek eksternal, usaha jamur tiram memiliki peluang yang menjanjikan, seperti besarnya potensi pasar, kemungkinan pengembangan produk olahan, serta dukungan dari pemerintah. Namun, ada beberapa ancaman yang harus diperhatikan, termasuk meningkatnya kompetisi antara pelaku usaha dan dampak kondisi cuaca terhadap hasil produksi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, strategi pemasaran yang bisa diterapkan adalah strategi pertumbuhan yang agresif, yaitu dengan memperluas jangkauan pasar dan menambah nilai produk melalui pengembangan berbagai olahan yang berbasis jamur tiram.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L) DI KOTA MEDAN Pika Amelia Sitorus; Tina Herianty Masitah; Faisal Azhari Baldan Panjaitan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13021

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum, L) merupakan komoditas hortikultura strategis yang harganya di Kota Medan cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persediaan bawang merah hari ini, jumlah pemasok, dan harga barang subtitusi (bawang bombay) terhadap harga bawang merah di Kota Medan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di tiga pasar tradisional, yaitu Pasar Simpang Limun, Pasar Delitua, dan Pasar Sukaramai, dengan menggunakan metode sampling insidental terhadap 30 pedagang bawang merah. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan model logaritma natural (Ln), yang sebelumnya diuji dengan uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (Uji-t), hanya variabel harga barang subtitusi/bawang bombay yang berpengaruh nyata terhadap harga bawang merah (nilai signifikansi 0,051 < 0,10), sedangkan variabel persediaan hari ini dan jumlah pemasok tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan (Uji F), ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga bawang merah dengan nilai signifikansi 0,038 < 0,10 dan F hitung 3,252 > F tabel 2,31. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,273 menunjukkan bahwa 27,3% variasi harga bawang merah dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 72,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah menetapkan kebijakan stabilisasi harga dan petani meningkatkan produktivitas guna menjaga ketersediaan pasokan bawang merah di pasar.
Dinamika Produksi Gula Aren dan Potensi Pasarnya Tina Herianty Masitah; Suwianto Suwianto
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i4.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika produksi gula aren dan potensi pasarnya pada Kabupaten Samosir dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu kurangnya minat masyarakat terkait gula aren dan kondisi pasar saat ini Pendekatan penelitian untuk menjawab permasalah tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan kajian literatur jurnal dokumen lainnya serta website resmi Teknik analisa data yang digunakan adalah model Miles And Huberman reduksi data display data dan penarikan kesimpulan Hasil dari penelitian ini dijelaskan bahwa dinamika produksi gula aren dan potensi pasar pada Kabupaten Samosir meningkat dari 3 tiga tahun terakhir manfaat dari produksi gula aren ini dapat menambah income kepada pengusaha pembuat gula aren tersebut Namun kendalanya potensi pasarnya tidak ramai karena pemasaran dari produk ini masih menggunakan pemasaran tradisional Dan perlunya pengembangan keterampilan lebih lanjut kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan yang belum terkelola kemudian teknik mengolahnya sedikit rumit sehingga dibutuhkan keahlian khusus untuk mendapatkan gula tersebut
Model Pengembangan Kewirausahaan Agribisnis Berbasis Community Based Management untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal Fatnida Sari; Tina Herianty Masitah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 4 No. 4: Desember 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i4.576

Abstract

Ketahanan pangan lokal menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi ketidakpastian global Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kewirausahaan agribisnis berbasis Community Based Management CBM yang dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara observasi dan survei Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model ini dapat direplikasi di pesantren lain dengan adaptasi sesuai potensi lokal masing masing Strategi peningkatan kolaborasi diversifikasi produk dan efisiensi distribusi menjadi kunci keberhasilan Penerapan model CBM di Pondok Pesantren Darussalam Guntur Batu Bara menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan agribisnis berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal 1 Keberlanjutan kemandirian pangan tercapai melalui integrasi program agribisnis dengan pendidikan pesantren sehingga santri tidak hanya memperoleh ilmu agama tetapi juga keterampilan praktis 2 Diversifikasi agribisnis memperkuat resilien ekonomi pesantren terhadap fluktuasi pasar dan perubahan iklim 3 Kolaborasi lintas sektor mempercepat adopsi teknologi sederhana yang relevan dengan kapasitas pesantren
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Pantai Sebagai Pupuk Tanaman Alwi Fahruzy Nasution; Susy Deliani; Tina Herianty Masitah; Chairina Chairina; Pangeran Pangeran; Suhelmi Suhelmi
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 1: Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i1.699

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh banyaknya sampah di pantai Cermin. Pentingnya pengabdian kepada masyarakat ini karena melihat banyaknya limbah di sekitar pesisir pantai yang tidak dikelola dengan baik sehingga menyebabkan lingkungan sekitar tersebut menjadi kotor dan merusak pemandangan. Selain itu, perlu ditingkatkan perekonomian di daerah tersebut dikarenakan mayoritas penduduknya hanya bermata pencaharian sebagai nelayan yang memiliki pendapatan tidak tetap. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi nilai ekonomis dan berdayaguna dapat meningkatkan kesehatan lingkungan dan juga meningkatkan pendapatan dengan menambah peluang wirausahaan diri bagi masyarakat sekitar lokasi tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan dan praktik pemanfaatan sampah salah satunya yaitu menjadi pupuk tanaman. Setelah pengabdian ini dilakukan, masyarakat tergerak akan pentingnya pemanfaatan sampah karena sudah dapat merasakan kontribusinya yaitu meningkatnya pendapatan dan menurunnya pencemaran lingkungan. Kata Kunci: pemanfaatan sampah, pupuk, wisata
Pelatihan Strategi Menarik Minat Wisatawan melalui Atribut dan Akses Jalan yang Indah dipandang di Bukit Lawang Yusri Yusri; Julian Julian; Alwi Fahruzy Nasution; Herlina Herlina; Tina Herianty Masitah; Alinur Alinur
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.752

Abstract

Kawasan wisata Bukit lawang Sumatera Utara memang sudah cukup dikenal hingga ke manca negara, akan tetapi sarana maupun pasilitas disekitar wisata terkadang belum memadai seperti atribut menuju lokasi wisata dan di lokasi wisata. Perlu dilakukan penataan atribut wisata agar kawasan wisata ini lebih menarik. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam penambahan atribut wisata dalam penataan kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih menarik dan diminati wisatawan serta memberikan kemudaham akses serta ketertarikan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman atau orang lain. Hasil kegiatan PKM: Pemasangan atribut dan Akses Jalan yang Indah menuju kawasan wisata sangat diperlukan bahkan menunjang minta wisatawan untuk berkunjung. Pemasangan atribut yang disarankan pada kegiatan PKM ini yaitu:1) Pemasangan arah tempat wisata dimulai dari jalan besar menuju kawasan wisata bukit lawang, 2) Pemasngan atribut berupa baliho yang menampilkan tampat wisata unggulan yang tersedia di beberapa titik strategis menuju lokasi wisata, 3) Pemasangan baliho sarana dan prasarana yang tersedia di tempat wisata, 4) Pemasangan harga jual pedagang baik food maupun non food termasuk assesoris khas kawasan wisata, 5) Pemasangan tarif parkir dan penggunaan sarana dan prasarana atau wahana yang ada di tempat wisata. Manfaat pemasangan atribut untuk memandu wisata menuju lokasi wisata dengan mudah, mengetahui gambaran keunggulan kawasan wisata dan transparansi harga yang ditawarkan disetiap tempat, wahana, souvenir dan makanan. Sehingga wisatawan merasa diberi kebebasan menentukan pilihan secara mudah untuk menyesuaikan dengan selera, keinginann dan tingkat ekonominya. Serta menghilangkan rasa kekhawatiran dibedakan dengan wisatawan lain atau takut ditipu dengan harga yang berbeda-beda untuk wisatawan tertentu. Saran: Pengelola wisata dapat berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mitra industri setempat dalam upaya mendukun pengadaan atribut tersebut, sehingga secara pendanaan akan terbantu dan legalitas pemasangan atrubut mudah di dapat.   Kata Kunci : Pelatihan; Strategi; Menarik Minat; Atribut Akses; Wisatawan