Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ketercapaian Jam Pelajaran Dalam Pelatihan Untuk Mengukur Kompetensi Personel RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2026 Asep Rusman I S; Efi Diklat
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13065

Abstract

Latar Belakang: Keterampilan, dan pengetahuan guna menjaga daya saing serta memenuhi tuntutan profesionalisme. Terutama dalam bidang teknologi saat ini, sumber daya manusia dituntut untuk menguasai di seluruh bidang, terutama dalam bidang yang dimilikinya harus dikembangkan. Peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan merupakan strategi penting dalam organisasi kesehatan maupun institusi pendidikan. Pelatihan tidak hanya menekankan pada materi yang diberikan, tetapi juga ketercapaian jam pelajaran yang telah ditetapkan sebagai standar. Pakar SDM terkemuka, Paul Hersey dan Kenneth Blanchard (pencipta model Situational Leadership), menyatakan bahwa pelatihan yang tepat mampu meningkatkan kompetensi dan kinerja sebesar 60% hingga 80% umumnya merujuk pada konsep manajemen kinerja. Tujuan Penelitian: Menganalisis ketercapaian jam pelajaran dalam pelatihan untuk mengukur kompetensi personel. Metode Penelitian: Desain yang digunakan adalah Cross sectional atau potong lintang yaitu penelitian yang dilakukan pada variabel independen dan dependen secara bersamaan (transversal) tanpa melihat hubungan variabel berdasarkan perjalanan waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan sampel pada personel RSPAD Gatot Soebroto yaitu nakes, nakes lainnya dan non nakes sesuai dengan kriteria inklusi dimana personel yang mengikuti pelatihan untuk mencapai target jam pelajaran selama pertahun, dimana jumlah total 3800 orang. Metode pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan cara non probability sampling jenis convenient sampling, menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah sampel 362 responden. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi dengan ketercapaian jam pelajaran pelatihan personel RSPAD Gatot Soebroto dengan jam > 20 JP sebanyak 194 responden orang (53,6%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan < 20 jam yaitu sebanyak 168 responden (46,4%), dan dengan Gambaran penilaian pada kompetensi personel setelah mengikuti pelatihan berada dalam kategori cukup sebanyak 187 orang (51,7%). α= 0,05 artinya ada pengaruh variabel dependen kompetensi personel setelah mengikuti pelatihan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah jam pelajaran dalam pelatihan yang diikuti dengan tingkat kompetensi personel. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi ketercapaian jam pelajaran ≥ 20 JP Kesimpulan dan Saran: Ada pengaruh antara jumlah jam pelajaran dalam pelatihan yang diikuti dengan tingkat kompetensi personel. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi ketercapaian jam pelajaran ≥ 20 JP. sebanyak 194 responden orang (53,6%). Lakukan evaluasi berkala terhadap metode dan materi pelatihan untuk memastikan ketercapaian jam pelajaran optimal dan kompetensi peserta.
Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Kelurahan Pinang Ranti RT 006 RW 005 Jakarta Timur Tahun 2026: Pengabdian Asep Rusman I S; Fakhrul Baihaqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7420

Abstract

Pendahuluan: Senam hipertensi adalah olah raga yang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen kedalam otot-otot dan rangka yang aktif khususnya terhadap otot jantung (Totok & Rosyid, 2017), dan Senam hipertensi merupakan olahraga yang ditunjukkan untuk penderita hipertensi dan usia lanjut untuk mengurangi berat badan dan mengelola stres (faktor yang mempertinggi hipertensi). Sebagaimana kita ketahui Data dari Who tahun 2022 merilis angka pravelensi hipertensi sekitar 1,28 miliar pada masyarakat berusia 30 hingga 79 tahun, sebagian besar tinggal di negara dengan tingkat ekonomi rendah, 46% masyarakat tidak mengetahui tanda dan gejala tekanan darah tinggi. Selain itu, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Beberapa penyebab hipertensi meliputi kurangnya berolahraga, konsumsi garam yang berlebihan, kurangnya konsumsi buah dan sayur, serta stress. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Di Kelurahan Pinang Ranti Rt 006 Rw 05 Jakarta Timur. Metode Penelitian: desain quasi eksperimen pre test – post test untuk mengumpulkan data tentang Hasil Tekanan Darah Para Lansia sebelum dan sesudah dilakukan Senam Hipertensi. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam hipertensi, sebagian besar responden memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg. Setelah diberikan intervensi senam hipertensi, terjadi penurunan tekanan darah pada sebagian besar responden, dengan peningkatan jumlah lansia yang memiliki tekanan darah <140/90 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan senam hipertensi (p-value< 0,05). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah mengikuti latihan senam hipertensi, sehingga metode tersebut dianggap efektif dalam menurunkan Tekanan Darah pada lansia.