Kinerja sistem drainase perkotaan sangat bergantung pada karakteristik hidraulik aliran, khususnya distribusi kecepatan yang memengaruhi kapasitas pengangkutan sedimen (self-cleansing). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecepatan aliran vertikal dan horizontal serta mengevaluasi kinerja hidraulik Saluran Pembuang Primer (Sungai Gangga) di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). Metode penelitian menggunakan pengukuran lapangan (field measurement) pada 22 titik penampang selama kondisi hujan, dengan instrumen Current Meter tipe Flowatch FL-03 sesuai standar SNI 8066:2015 pada tiga kedalaman vertikal (0,2D, 0,6D, 0,8D) dan tiga posisi horizontal. Hasil analisis menunjukkan bahwa aliran berkembang secara tidak seragam (non-uniform flow) dengan debit aktual berfluktuasi antara 0,444 m³/s hingga 1,513 m³/s. Sekitar 65% momentum aliran terkonsentrasi di bagian tengah saluran, sementara sisi kiri dan kanan berkontribusi minimal akibat gesekan dinding dan hambatan vegetasi. Secara kritis, kecepatan rata-rata dominan berada pada kisaran 0,10–0,30 m/s, nilai yang secara konsisten berada di bawah ambang batas self-cleansing velocity (0,30–0,60 m/s menurut SNI 03-2406-1991). Kondisi ini mengonfirmasi ketidakmampuan saluran untuk mengangkut sedimen secara alami, yang diperparah oleh adanya bottleneck di Titik 14 (lebar 3,38 m) dan akumulasi sampah. Studi ini merekomendasikan normalisasi berkala melalui pengerukan sedimen, restrukturisasi geometri pada segmen penyempitan, serta penerapan konsep eco-drainage di hulu untuk mengurangi beban limpasan puncak