Strategi pembelajaran eksperimen merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan percobaan secara langsung untuk membuktikan, menemukan, dan memahami suatu konsep atau teori berdasarkan metode ilmiah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran eksperimen, karakteristik utamanya, prosedur penerapannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran eksperimen mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pengalaman belajar secara langsung, mengembangkan keterampilan proses sains, melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta menumbuhkan sikap ilmiah seperti jujur, teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, persiapan alat dan bahan, pengaturan peserta didik, pelaksanaan eksperimen, pengamatan, analisis data, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran eksperimen masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kebutuhan biaya yang relatif besar, alokasi waktu yang lebih panjang, perlunya kompetensi guru dalam mengelola eksperimen, serta potensi risiko keselamatan apabila tidak disertai pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, strategi pembelajaran eksperimen menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya.