A. Muljono Domopolii
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPERIMEN ST. Maryam. B; A. Muljono Domopolii; M. Shabir Umar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran eksperimen merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan percobaan secara langsung untuk membuktikan, menemukan, dan memahami suatu konsep atau teori berdasarkan metode ilmiah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran eksperimen, karakteristik utamanya, prosedur penerapannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran eksperimen mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pengalaman belajar secara langsung, mengembangkan keterampilan proses sains, melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta menumbuhkan sikap ilmiah seperti jujur, teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, persiapan alat dan bahan, pengaturan peserta didik, pelaksanaan eksperimen, pengamatan, analisis data, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran eksperimen masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kebutuhan biaya yang relatif besar, alokasi waktu yang lebih panjang, perlunya kompetensi guru dalam mengelola eksperimen, serta potensi risiko keselamatan apabila tidak disertai pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, strategi pembelajaran eksperimen menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya.
STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK Nur'indah Nur'indah; Selviana Selviana; A. Muljono Domopolii; M. Shabir Umar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran tematik, karakteristik dan prinsip-prinsipnya, model pengintegrasian tema, langkah-langkah pelaksanaannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tematik mampu meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pembelajaran yang terintegrasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Penerapan strategi ini dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan pembelajaran, pemetaan kompetensi dasar, penentuan tema, penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), penutup, serta penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, pembelajaran tematik didukung oleh penggunaan berbagai media pembelajaran, baik media cetak maupun media digital interaktif yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya literasi digital, keterbatasan media pembelajaran, serta tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu, strategi pembelajaran tematik menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, holistik, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar serta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya
STRATEGI PEMBELAJARAN MANDIRI Syarifah Ria Wardani; Fitriani Saputri S; A. Muljono Domopolii; M. Shabir Umar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran mandiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan kemandirian peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran mandiri, karakteristik utamanya, metode dan langkah-langkah penerapannya, serta keunggulan dan kelemahannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran mandiri mampu meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, serta kepercayaan diri peserta didik dalam mengelola proses belajarnya. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana belajar, pelaksanaan dan pemantauan kemajuan belajar, penyusunan hasil akhir, serta penilaian autentik terhadap capaian pembelajaran. Strategi pembelajaran mandiri juga didukung oleh berbagai metode, seperti Self-Directed Learning (SDL), Discovery Learning, Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), Collaborative Learning, dan Cooperative Learning, yang berorientasi pada pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning). Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran mandiri masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya disiplin dan motivasi sebagian peserta didik, kurangnya interaksi apabila tidak dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif, kebutuhan akan kesiapan guru sebagai fasilitator, serta perlunya sarana dan sumber belajar yang memadai