Strategi pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran tematik, karakteristik dan prinsip-prinsipnya, model pengintegrasian tema, langkah-langkah pelaksanaannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tematik mampu meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pembelajaran yang terintegrasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Penerapan strategi ini dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan pembelajaran, pemetaan kompetensi dasar, penentuan tema, penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), penutup, serta penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, pembelajaran tematik didukung oleh penggunaan berbagai media pembelajaran, baik media cetak maupun media digital interaktif yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya literasi digital, keterbatasan media pembelajaran, serta tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu, strategi pembelajaran tematik menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, holistik, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar serta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya