Strategi pembelajaran mandiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan kemandirian peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran mandiri, karakteristik utamanya, metode dan langkah-langkah penerapannya, serta keunggulan dan kelemahannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran mandiri mampu meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, serta kepercayaan diri peserta didik dalam mengelola proses belajarnya. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana belajar, pelaksanaan dan pemantauan kemajuan belajar, penyusunan hasil akhir, serta penilaian autentik terhadap capaian pembelajaran. Strategi pembelajaran mandiri juga didukung oleh berbagai metode, seperti Self-Directed Learning (SDL), Discovery Learning, Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), Collaborative Learning, dan Cooperative Learning, yang berorientasi pada pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning). Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran mandiri masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya disiplin dan motivasi sebagian peserta didik, kurangnya interaksi apabila tidak dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif, kebutuhan akan kesiapan guru sebagai fasilitator, serta perlunya sarana dan sumber belajar yang memadai