Imam Muhidin
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Al Qolam Malang, Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pesantren dan Kebijakan Sekolah Terintegrasi Berbasis Masyarakat: Analisis Paradigma Sosiologi Terpadu George Ritzer di SMK Nurul Huda Imam Muhidin; Himiyatul Linggar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sistem pendidikan terintegrasi berbasis pesantren di SMK Nurul Huda dengan menggunakan perspektif Paradigma Sosiologi Terpadu George Ritzer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus guna memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai integrasi antara pendidikan formal dan pendidikan kepesantrenan dalam satu sistem pendidikan berbasis masyarakat. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, pengasuh pesantren, guru, ustadz, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan di SMK Nurul Huda tidak hanya tampak pada penyatuan kurikulum dan sistem kelembagaan, tetapi juga pada pembentukan budaya pendidikan, pola hubungan sosial, serta kesadaran siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kultur pesantren memiliki pengaruh dominan dalam membentuk kebijakan pendidikan, kedisiplinan, religiusitas, dan identitas siswa sebagai santri sekaligus pelajar sekolah formal. Meskipun pelaksanaan sistem pendidikan terintegrasi menghadirkan tantangan berupa padatnya aktivitas siswa dan terbatasnya waktu istirahat, sistem tersebut dinilai mampu membentuk keseimbangan antara kompetensi akademik, keterampilan kerja, dan pembinaan moral peserta didik. Dengan demikian, pendidikan berbasis pesantren menunjukkan relevansi sebagai model pendidikan holistik dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai religius
Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Berbasis Video Youtube dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sita Acetylena; Imam Muhidin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan berbagai media pembelajaran berbasis internet, salah satunya video YouTube, yang dinilai mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik pada era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran digital berbasis video YouTube dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan, dengan fokus analisis terhadap sembilan artikel penelitian mengenai penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik content analysis yang meliputi reduksi data, penyajian data, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan video YouTube secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Penggunaan media ini mampu meningkatkan perhatian, minat, antusiasme, partisipasi aktif, rasa ingin tahu, kemandirian belajar, kepercayaan diri, serta pemahaman konsep peserta didik. Selain itu, YouTube membantu guru menyampaikan materi secara lebih kreatif, inovatif, dan fleksibel. Meskipun demikian, efektivitas penggunaannya dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, kualitas konten, ketersediaan perangkat dan jaringan internet, serta pengawasan terhadap penggunaan media. Tanpa pengelolaan yang baik, penggunaan YouTube berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti distraksi belajar, ketergantungan terhadap media digital, dan paparan konten yang tidak sesuai. Oleh karena itu, pemanfaatan video YouTube perlu dilakukan secara terencana, selektif, dan disertai pendampingan agar mampu mendukung peningkatan motivasi belajar siswa secara optimal