Penelitian ini bertujuan mengkaji sistem pendidikan terintegrasi berbasis pesantren di SMK Nurul Huda dengan menggunakan perspektif Paradigma Sosiologi Terpadu George Ritzer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus guna memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai integrasi antara pendidikan formal dan pendidikan kepesantrenan dalam satu sistem pendidikan berbasis masyarakat. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, pengasuh pesantren, guru, ustadz, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan di SMK Nurul Huda tidak hanya tampak pada penyatuan kurikulum dan sistem kelembagaan, tetapi juga pada pembentukan budaya pendidikan, pola hubungan sosial, serta kesadaran siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kultur pesantren memiliki pengaruh dominan dalam membentuk kebijakan pendidikan, kedisiplinan, religiusitas, dan identitas siswa sebagai santri sekaligus pelajar sekolah formal. Meskipun pelaksanaan sistem pendidikan terintegrasi menghadirkan tantangan berupa padatnya aktivitas siswa dan terbatasnya waktu istirahat, sistem tersebut dinilai mampu membentuk keseimbangan antara kompetensi akademik, keterampilan kerja, dan pembinaan moral peserta didik. Dengan demikian, pendidikan berbasis pesantren menunjukkan relevansi sebagai model pendidikan holistik dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai religius
Copyrights © 2026