Muhammad Haidir Ali
Universitas Al-Qolam Malang Program Pasca Sarjana, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Efektivitas Mengajar dan Kedisiplinan Ustadz di Madin Nurul Alawiyah Muhammad Husni; Muhammad Haidir Ali
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan karena berperan dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran serta membentuk kedisiplinan tenaga pendidik dan peserta didik. Namun, implementasi manajemen waktu pada Madrasah Diniyah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan waktu kehadiran pendidik, kurang optimalnya pengelolaan jadwal pembelajaran, serta keterbatasan sarana yang berpotensi menghambat proses belajar mengajar. Di tengah kondisi tersebut, Madrasah Diniyah Nurul Alawiyah menunjukkan praktik manajemen waktu yang terstruktur melalui penyusunan jadwal pembelajaran, pembiasaan kegiatan keagamaan, pengawasan kedisiplinan guru dan santri, serta pengelolaan berbagai program madrasah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen waktu dalam meningkatkan efektivitas mengajar dan kedisiplinan ustadz di Madrasah Diniyah Nurul Alawiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus madrasah, ustadz, serta aktivitas pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen waktu dilakukan melalui penyusunan jadwal pembelajaran yang terstruktur, pembagian mata pelajaran sesuai tingkat kelas, pembiasaan kegiatan religius sebelum pembelajaran berupa salat Magrib berjamaah, wirid, salat ba'diyah, pembacaan doa, pembacaan Surah Al-Waqi'ah, dan setoran Al-Qur'an sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Selain itu, penguatan kedisiplinan diterapkan melalui kewajiban izin bagi ustadz yang berhalangan hadir, penjadwalan pakaian santri, pengelolaan administrasi infaq secara teratur, serta program menginap pada malam Ahad yang diisi dengan salat malam, tadarus Al-Qur'an satu juz, dan latihan tampil di depan umum untuk membangun keberanian santri. Meskipun terdapat kendala berupa penggunaan ruang belajar untuk kegiatan masyarakat karena fasilitas madrasah merupakan aset wakaf bersama, proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif melalui penyesuaian jadwal yang telah direncanakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi manajemen waktu yang dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat kedisiplinan ustaz dan santri, serta mendukung terciptanya budaya belajar yang tertib, religius, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah
Efektivitas Modifikasi Media Peraga Qiroati terhadap Akselerasi Kemampuan Membaca Al-Qur'an dan Kefasihan Makhorijul Huruf ; studi kasus di TPQ Nurul Alawiyah Muhammad Haidir Ali; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana modifikasi alat peraga Qiroati (berupa kartu dan lembar) yang dipasang pada tiang kayu penyangga (instructional media stand) mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur'an dan kefasihan makhorijul huruf santri. Lewat pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, riset ini mengambil tempat di TPQ Nurul Alawiyah, Bululawang, Malang, sebuah lembaga inklusif yang memanfaatkan ruang dari aset wakaf produktif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam bersama pengelola dan guru, serta catatan perkembangan dari 18 santri di berbagai tingkatan jilid. Hasil lapangan menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan guru memegang lembar peraga secara manual (manual-holding) menjadi visualisasi statis pada tiang penyangga terbukti ampuh menjaga fokus anak (sustained attention) dan membuang gangguan visual di kelas klasikal. Ditambah lagi, pembagian waktu belajar yang pas—yaitu 15 menit sebelum setoran dan 10 menit setelah bacaan—sangat efektif mempercepat santri memahami kaidah tajwid secara pas dan ceto (jelas). Kendati demikian, tantangan kecil yang muncul adalah naik-turunnya kekompakan membaca pada kelompok jilid tertentu karena jumlah santri yang masih sedikit. Secara teoretis, artikel ini hadir untuk mengisi celah (gap) penelitian teknologi pembelajaran PAI terdahulu yang umumnya masih membahas hasil nilai kognitif atau manajemen guru secara luas, tanpa menyentuh pentingnya desain fisik alat peraga yang ramah anak di dalam kelas