Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana modifikasi alat peraga Qiroati (berupa kartu dan lembar) yang dipasang pada tiang kayu penyangga (instructional media stand) mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur'an dan kefasihan makhorijul huruf santri. Lewat pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, riset ini mengambil tempat di TPQ Nurul Alawiyah, Bululawang, Malang, sebuah lembaga inklusif yang memanfaatkan ruang dari aset wakaf produktif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam bersama pengelola dan guru, serta catatan perkembangan dari 18 santri di berbagai tingkatan jilid. Hasil lapangan menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan guru memegang lembar peraga secara manual (manual-holding) menjadi visualisasi statis pada tiang penyangga terbukti ampuh menjaga fokus anak (sustained attention) dan membuang gangguan visual di kelas klasikal. Ditambah lagi, pembagian waktu belajar yang pas—yaitu 15 menit sebelum setoran dan 10 menit setelah bacaan—sangat efektif mempercepat santri memahami kaidah tajwid secara pas dan ceto (jelas). Kendati demikian, tantangan kecil yang muncul adalah naik-turunnya kekompakan membaca pada kelompok jilid tertentu karena jumlah santri yang masih sedikit. Secara teoretis, artikel ini hadir untuk mengisi celah (gap) penelitian teknologi pembelajaran PAI terdahulu yang umumnya masih membahas hasil nilai kognitif atau manajemen guru secara luas, tanpa menyentuh pentingnya desain fisik alat peraga yang ramah anak di dalam kelas
Copyrights © 2026