Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Building Happy Ecosystems: Transformational Leadership Strategies in Managing Psychological Wellbeing of School People : Penelitian Juliastuti Purwanti; Muhammad Zuhaery; Achadi Budi Santosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengembangan ekosistem yang bahagia di lingkungan sekolah melalui penerapan strategi kepemimpinan transformasional dalam pengelolaan kesejahteraan psikologis guru dan staf. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan studi kasus kualitatif, di mana data diperoleh melalui observasi serta wawancara mendalam dengan para pemimpin sekolah, termasuk kepala dan wakil kepala sekolah, serta guru dan staf pendidikan. Analisis tematik mengungkapkan bahwa elemen kunci dari kepemimpinan transformasional seperti teladan, motivasi spiritual, transparansi dalam kritik dan inovasi, serta perhatian pribadi memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan menciptakan lingkungan yang bahagia. Kepala sekolah juga berfokus pada penyediaan dukungan emosional, fasilitas yang adequat, dan pengembangan karier, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan psikologis. Ini mencakup aspek-aspek seperti hubungan interpersonal yang positif dan tujuan hidup yang jelas. Temuan riset ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai spiritual dalam kepemimpinan transformasional tidak hanya menciptakan ekosistem yang mendukung kebahagiaan tetapi juga meningkatkan komitmen jangka panjang para pendidik. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam studi literatur dengan menampilkan bagaimana praktik kepemimpinan berdampak langsung pada dinamika psikologis dalam konteks sekolah, di mana penelitian sebelumnya sering kali hanya berfokus pada stres dan kelelahan.