Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya kerja, kompensasi, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai penyuluh pada Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Buleleng, Bali. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai penyuluh dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan penyuluhan dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 167 pegawai penyuluh yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja, kompensasi, dan pemanfaatan teknologi informasi masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai penyuluh. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien determinasi sebesar 66,7 persen, yang menunjukkan bahwa variasi kinerja pegawai penyuluh dapat dijelaskan oleh model penelitian. Disimpulkan bahwa penguatan budaya kerja, penerapan sistem kompensasi yang adil dan berbasis kinerja, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai penyuluh.