Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Kearifan Lokal Suku Mbojo untuk Materi “Indonesiaku Kaya Budaya” Kelas IV Sekolah Dasar Fitriani; Muhammad Sobri; Hikmah Ramadhani Putri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2866

Abstract

The development of teaching materials in Science and Social Studies (IPAS) learning requires a contextual approach to help students understand material on cultural diversity. This study aims to develop teaching materials based on the local wisdom of the Mbojo Tribe for IPAS Chapter 6 “My Indonesia is Rich in Culture” for grade IV students of SDN Inpres 1 Wora, and to determine their validity and practicality. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The subjects of this study were 23 grade IV students of SDN Inpres 1 Wora, consisting of 8 students in the small-group trial and 15 students in the large-group trial, along with one classroom teacher. Data were collected using interviews, observation, and questionnaires, comprising a material-expert validation questionnaire, a media-expert validation questionnaire, a teacher-response questionnaire, and a student-response questionnaire. Quantitative data were analyzed using the percentage formula P = (Σx/Σxi) × 100%, while qualitative data in the form of suggestions from the validators were analyzed descriptively as a basis for product revision. The resulting product is a full-color printed book integrating IPAS material with the local wisdom of the Mbojo Tribe, covering customs (Uma Lengge, Rimpu, Genda), traditional games (Mpa'a Gantao, Mpa'a Ndempa Ndiha), and traditional foods (Mangge Mada, Uta Palumara Londe). Validation results show the teaching material is in the very valid category, with a media-expert score of 97% and a material-expert score of 96%. It is also very practical, based on student responses in the small-group (95%) and large-group (96%) trials, and teacher responses (100%). The teaching material is therefore considered suitable for grade IV IPAS learning and contributes to the preservation of local culture.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A Fitriani; Ika Rachmayani; Nurhasanah
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i2.10438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kegiatan meronce dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK Bintang Kecil Kota Praya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini yaitu 10 anak yaitu 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data yaitu analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa pengembangan kegiatan meronce pada tahap pengembagan I mencapai skor 61,3% dengan kriteria mulai berkembang. Pada tahap pengembangan II mencapai skor 81,3% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, pada tahap pengembangan III yaitu mencapai skor 91,5% dengan kriteria berkembang sangat baik. Sedangkan hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Bintang Kecil Kota Praya dari tahap pengembangan I mencapai skor 69%, meningkat pada tahap pengembangan II mencapai 84,5%, dan pada tahap pengembangan III mencapai 98%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui langkah-langkah pengembangan yang tepat dengan pelaksanaan kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK Bintang Kecil Kota Praya Tahun Ajaran 2024.