Emi Rafita Sari
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kasus: Penatalaksanaan Sumbatan Asi dengan Terapi Non-Farmakologi Emi Rafita Sari; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk blockage is a common problem experienced by breastfeeding mothers due to inadequate milk removal, causing breast pain, swelling, and hardness. This condition can interfere with breastfeeding and reduce maternal comfort during the postpartum period. One non-pharmacological management that can be used is a combination of breastcare, warm compresses, and cold cabbage leaf compresses. This study aimed to determine the effect of these interventions on reducing breast milk blockage in breastfeeding mothers. This study used a case study method on Mrs. M, 41 years old, P3A0, in Kalirejo Village, Semarang Regency. Data were collected through interviews, physical examination, and documentation. Interventions were carried out for 15 days, including breastcare, warm compresses twice daily, and cold cabbage leaf compresses three times daily. The results showed improvement after the intervention, including smoother breast milk flow, softer breasts, reduced pain, and decreased swelling. However, the improvement was not optimal because the mother did not perform the therapy consistently. In conclusion, the combination of breastcare, warm compresses, and cold cabbage leaf compresses can help reduce breast milk blockage in breastfeeding mothers, although the effectiveness depends  on the mother’s consistency in performing the therapy.   Abstrak Sumbatan ASI merupakan masalah yang sering dialami ibu menyusui akibat pengeluaran ASI yang tidak optimal sehingga menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, dan keras. Kondisi ini dapat mengganggu proses menyusui dan menurunkan kenyamanan ibu postpartum. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi yang dapat dilakukan adalah kombinasi breastcare, kompres hangat, dan kompres daun kubis dingin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi terapi tersebut terhadap penurunan sumbatan ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. M usia 41 tahun P3A0 di Kelurahan Kalirejo, Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama 15 hari berupa breastcare, kompres hangat dua kali sehari, dan kompres daun kubis dingin tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi setelah intervensi, yaitu ASI mulai lancar, payudara terasa lebih lunak, nyeri berkurang, dan pembengkakan menurun. Namun, perubahan yang terjadi belum optimal karena ibu kurang konsisten dalam melakukan terapi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi breastcare, kompres hangat, dan kompres daun kubis dingin dapat membantu mengurangi sumbatan ASI pada ibu menyusui, meskipun keberhasilannya dipengaruhi oleh konsistensi ibu dalam melakukan terapi.
Optimalisasi Kesehatan Masyarakat pada Ibu Hamil, Balita, Ibu Menyusui dan Remaja Putri di Rw 3 Kelurahan Genuk Kabupaten Semarang Emi Rafita Sari; Maria Jessyca Tasuib; Desi Viviana; Milya Rizki; Yuliance Kabak; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is an essential component of public health development. Various health problems are still encountered among pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers, including nausea and vomiting and back pain during pregnancy, feeding difficulties among toddlers, anemia and menstrual pain among adolescents, and suboptimal breast milk production among breastfeeding mothers. This community midwifery program aimed to improve community knowledge and skills in maintaining health independently through promotive, preventive, educational, and community empowerment approaches in RW 03 Genuk Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The methods included community assessment, identification and prioritization of health problems using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, planning, implementation, and evaluation. The target groups consisted of pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers. Interventions included acupressure education and demonstrations for reducing pregnancy-related nausea and vomiting, prenatal yoga for relieving back pain, Tui Na massage to improve toddlers’ appetite, anemia education and acupressure for menstrual pain management among adolescents, and hypnobreastfeeding for breastfeeding mothers. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding self-health management. High community participation indicated that the community midwifery approach was effective in improving health awareness and promoting positive health behaviors within the community.   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berbagai permasalahan kesehatan masih ditemukan pada kelompok ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui, seperti mual muntah dan nyeri punggung pada kehamilan, kesulitan makan pada balita, anemia dan nyeri haid pada remaja, serta kurang optimalnya produksi ASI pada ibu menyusui. Kegiatan kebidanan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan meliputi pengkajian komunitas, identifikasi dan penentuan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi dan demonstrasi akupresur untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil, prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung, pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan balita, pendidikan kesehatan anemia dan akupresur nyeri haid pada remaja, serta hypnobreastfeeding pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai upaya pemeliharaan kesehatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan kebidanan komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat.
Peningkatan Pemahaman Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Melalui Media Video Edukasi Kesehatan di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Temanggung Zahrotussalamah; Emi Rafita Sari; Daimatussolikhah; Milya Rizki; Desi Viviana; Juliana Maria Rumperiai; Puriyati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is an important phase in the breastfeeding process, but many mothers still do not understand the correct breastfeeding technique, which can cause problems such as nipple pain and ineffective breastfeeding. Health education using video media can help improve mothers' understanding because it provides audio-visual information. This activity aimed to determine the improvement of postpartum mothers' understanding of breastfeeding techniques after video education. The method used was a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The activity was conducted in Mawar Ward, RSUD Kabupaten Temanggung, in March 2026 with 20 postpartum mothers using total sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed descriptively by comparing pre-test and post-test results. The results showed that before education most respondents had poor knowledge (60.0%), and after education it increased to good knowledge (65.0%) with no respondents in the poor category. In conclusion, video-based education is effective in improving postpartum mothers' understanding of breastfeeding techniques and can support the success of exclusive breastfeeding.   Abstrak Masa nifas merupakan periode penting dalam proses menyusui, namun masih banyak ibu nifas yang belum memahami teknik menyusui yang benar sehingga berisiko mengalami masalah seperti puting lecet dan bayi menyusu tidak efektif. Edukasi kesehatan melalui media video dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu karena menyajikan informasi secara audio-visual. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman ibu nifas tentang teknik menyusui setelah diberikan edukasi melalui media video. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Temanggung pada bulan Maret 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (60,0%), dan setelah edukasi meningkat menjadi pengetahuan baik (65,0%) serta tidak terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Simpulan menunjukkan bahwa edukasi melalui media video efektif meningkatkan pemahaman ibu nifas tentang teknik menyusui dan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.