Maria Jessyca Tasuib
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Kesehatan Masyarakat pada Ibu Hamil, Balita, Ibu Menyusui dan Remaja Putri di Rw 3 Kelurahan Genuk Kabupaten Semarang Emi Rafita Sari; Maria Jessyca Tasuib; Desi Viviana; Milya Rizki; Yuliance Kabak; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is an essential component of public health development. Various health problems are still encountered among pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers, including nausea and vomiting and back pain during pregnancy, feeding difficulties among toddlers, anemia and menstrual pain among adolescents, and suboptimal breast milk production among breastfeeding mothers. This community midwifery program aimed to improve community knowledge and skills in maintaining health independently through promotive, preventive, educational, and community empowerment approaches in RW 03 Genuk Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The methods included community assessment, identification and prioritization of health problems using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, planning, implementation, and evaluation. The target groups consisted of pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers. Interventions included acupressure education and demonstrations for reducing pregnancy-related nausea and vomiting, prenatal yoga for relieving back pain, Tui Na massage to improve toddlers’ appetite, anemia education and acupressure for menstrual pain management among adolescents, and hypnobreastfeeding for breastfeeding mothers. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding self-health management. High community participation indicated that the community midwifery approach was effective in improving health awareness and promoting positive health behaviors within the community.   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berbagai permasalahan kesehatan masih ditemukan pada kelompok ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui, seperti mual muntah dan nyeri punggung pada kehamilan, kesulitan makan pada balita, anemia dan nyeri haid pada remaja, serta kurang optimalnya produksi ASI pada ibu menyusui. Kegiatan kebidanan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan meliputi pengkajian komunitas, identifikasi dan penentuan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi dan demonstrasi akupresur untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil, prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung, pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan balita, pendidikan kesehatan anemia dan akupresur nyeri haid pada remaja, serta hypnobreastfeeding pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai upaya pemeliharaan kesehatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan kebidanan komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat.
Efektivitas Prenatal Yoga Terhadap Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester III dengan HNP pada Ny. R Maria Jessyca Tasuib; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy in the third trimester often causes physical and psychological discomfort due to anatomical, hormonal, and musculoskeletal changes. One condition that can aggravate discomfort during pregnancy is Hernia Nucleus Pulposus (HNP), which may cause neck pain, lower back pain, muscle tension, sleep disturbances, anxiety, and limitations in daily activities. Conservative and non-pharmacological management is recommended during pregnancy to minimize risks to the fetus. This study aims to determine the effectiveness of prenatal yoga in reducing discomfort among third trimester pregnant women with Hernia Nucleus Pulposus (HNP). The method used was a descriptive case study approach conducted on Ny. R, a 27-year-old G1P0A0 woman in the third trimester of pregnancy who experienced pain from the neck to the lumbar spine due to HNP. Midwifery complementary care in the form of prenatal yoga was provided twice a week for four weeks. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and pain assessment using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that prenatal yoga effectively reduced pain intensity, muscle tension, sleep disturbances, and anxiety experienced by Ny. R. Prenatal yoga also improved posture, body flexibility, relaxation, and comfort during daily activities. These findings are consistent with previous studies showing that prenatal yoga is beneficial in reducing pregnancy discomfort and improving maternal well-being. Therefore, prenatal yoga can be recommended as a safe complementary midwifery intervention to reduce discomfort in third trimester pregnant women with HNP.   Abstrak Kehamilan trimester III sering menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan psikologis akibat perubahan anatomis, hormonal, dan muskuloskeletal. Salah satu kondisi yang dapat memperberat ketidaknyamanan selama kehamilan adalah Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yang dapat menyebabkan nyeri leher, nyeri punggung bawah, ketegangan otot, gangguan tidur, kecemasan, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan konservatif dan nonfarmakologis lebih direkomendasikan selama kehamilan untuk meminimalkan risiko terhadap janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan ibu hamil trimester III dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Ny. R usia 27 tahun G1P0A0 hamil trimester III yang mengalami nyeri dari leher hingga tulang belakang bagian bawah akibat HNP. Asuhan kebidanan komplementer berupa prenatal yoga diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu selama empat minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prenatal yoga efektif menurunkan intensitas nyeri, ketegangan otot, gangguan tidur, dan kecemasan yang dialami Ny. R. Prenatal yoga juga membantu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, relaksasi, dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa prenatal yoga bermanfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan kehamilan dan meningkatkan kesejahteraan ibu hamil. Dengan demikian, prenatal yoga dapat direkomendasikan sebagai intervensi kebidanan komplementer yang aman untuk mengurangi ketidaknyamanan ibu hamil trimester III dengan HNP.
Pengaruh Edukasi Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas di Ruang Safir RSU Puri Asih Salatiga Ambarwati; Ulfi Amalia; Maria Jessyca Tasuib; Bella Safitri; Adelia Natalia Bria
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is an important phase after childbirth, characterized by the recovery of reproductive organs as well as physical and psychological changes in mothers. One common problem experienced during this period is anxiety related to breast milk (ASI) production. Oxytocin massage is a non-pharmacological method that can help stimulate breast milk release through oxytocin hormone stimulation while also providing a relaxing effect for postpartum mothers. This study aimed to determine the effect of oxytocin massage education on improving postpartum mothers’ knowledge in the Safir Ward of RSU Puri Asih Salatiga. The study used a one-group pre-test and post-test design without a control group involving 23 postpartum mothers. The intervention was carried out through health education sessions and demonstrations of oxytocin massage techniques. The results showed an improvement in mothers’ knowledge, where before the intervention most respondents had poor knowledge (52.2%), while after the intervention the majority had good knowledge (87.0%). These findings indicate that education through counseling and demonstration of oxytocin massage is effective in increasing postpartum mothers’ knowledge regarding the benefits and techniques of oxytocin massage. Therefore, healthcare providers are encouraged to routinely provide oxytocin massage education to postpartum mothers and their families to support breast milk production and the success of exclusive breastfeeding.   Abstrak Masa nifas merupakan periode penting setelah persalinan yang ditandai dengan pemulihan organ reproduksi serta perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Salah satu masalah yang sering terjadi pada masa nifas adalah kecemasan terkait kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI). Pijat oksitosin merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat membantu merangsang pengeluaran ASI melalui stimulasi hormon oksitosin sekaligus memberikan efek relaksasi pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pijat oksitosin terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas di Ruang Safir RSU Puri Asih Salatiga. Metode yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol dengan jumlah responden sebanyak 23 ibu nifas. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi pijat oksitosin. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas, dimana sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (52,2%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik (87,0%). Dengan demikian, edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai manfaat dan teknik pijat oksitosin. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi pijat oksitosin secara rutin kepada ibu nifas dan keluarga sebagai upaya mendukung kelancaran ASI serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif.