Bluder Bromo merupakan produk roti khas kawasan Tengger yang berlokasi di Tlogosari, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Produk ini memiliki potensi sebagai oleh-oleh khas kawasan wisata Bromo karena memanfaatkan bahan baku lokal berupa kentang dari petani setempat. Namun, sebagian besar wisatawan tidak mengetahui produk ini berbahan kentang dan merupakan oleh-oleh khas Bromo karena kemasan yang digunakan belum mampu merepresentasikan identitas produk secara optimal dan kurang memiliki daya tarik visual untuk bersaing di pasar oleh-oleh wisata. Penelitian ini bertujuan merancang ulang kemasan Bluder Bromo guna meningkatkan daya tarik visual, memperkuat identitas merek, serta mendukung fungsi promosi produk. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode perancangan design thinking, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, dilanjutkan dengan analisis data, pengembangan konsep visual, serta proses perancangan dan implementasi desain. Hasil perancangan berupa kemasan yang terdiri dari label produk, kemasan isi dua, kemasan isi empat, kemasan isi delapan, dan paperbag. Konsep desain memvisualkan unsur budaya dan karakteristik kawasan Bromo sebagai identitas lokal. Material kemasan menggunakan kertas ivory 250 gsm yang dipilih untuk memberikan kesan premium sekaligus tetap fungsional. Perancangan menghasilkan identitas visual berupa kemasan yang lebih konsisten, memudahkan konsumen mengenali brand dan varian rasa produk, serta meningkatkan nilai estetika promosi Bluder Bromo sebagai oleh-oleh khas kawasan wisata Bromo. Sehingga hasil perancangan dapat memperkuat posisi produk serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis produk pangan daerah.Kata kunci: Desain kemasan, Bluder Bromo, Oleh-oleh khas Bromo, Media Promosi.