Yogi Widya Saka Warsaa
Institut Teknologi Dan Bisnis Asia Malang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Visualisasi Upacara Tawur Agung Kesanga dalam Film Dokumenter “Di Balik Awan Tengger” Yogi Widya Saka Warsaa
INVENSI Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.894 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v4i1.2671

Abstract

Abstrak Masyarakat Tengger menghayati sesanti “Titi Luri” yang berarti mengikuti jejak para leluhur secara turun-temurun. Salah satunya adalah Upacara Tawur Agung Kesanga. Upacara ini jatuh pada bulan sembilan (sanga) tahun Saka. Globalisasi menciptakan budaya populer yang secara perlahan mulai mengaburkan tradisi lokal dan dapat mengubah tradisi. Sebuah film dokumenter menjadi salah satu solusi untuk menjaga eksistensi Upacara Tawur Agung Kesanga. Rangkaian prosesi Upacara Tawur Agung Kesanga menjadi dasar dari perancangan ini. Abstract Tengger people in East Java, Indonesia believe in a concept called sesanti "Titi Luri" (sesanti is advice) which means to follow the trace, beliefs, and tradition of the ancestors from generation to generation. One of them is Tawur Agung Kesanga Ceremony. This ceremony is held in the kesanga month of saka (Kesanga is the ninth month of the Hindu’s calendar). Globalization creates populer culture, which in a way begin to obscure the local culture and change the traditional cuture. The documentary film becomes one of the solutions to maintain the existence of Tawur Agung Kesanga ceremony. The Tawur Agung Kesanga ceremonial procession becomes the basis of this research plan.
Katalog Foto Produk Fanschant Store di Kota Malang Sebagai Media Promosi Elfa Olivia Verdiana; Yogi Widya Saka Warsaa; Handry Rochmad Dwi Happy
Cipta Vol 1, No 3 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v1i3.1798

Abstract

Penelitian ini membahas tentang katalog foto produk Fanschant Store di kota Malang yang berfungsi untuk membantu mempromosikan dan membuat sebuah katalog produk. Fanschant store merupakan brand baru dan memiliki produk-produk baju, jaket, topi, dan celana. Dalam katalog ini akan menampilkan hasil foto produk fanschant, ukuran produk dan harga produk yang nantinya akan menjadi media untuk mempromosikan kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan observasi yaitu melakukan pengamatan langsung ke lokasi yang dituju dan melakukan wawancara kepada pemilik toko Fanschant Store dan kepada masyarakat yang menyukai atau mendukung tim sepak bola Arema yang kemudian didukung oleh studi pustaka yang bersumber dari jurnal dan buku. Proses perancangan pembuatan katalog foto produk ini dimulai dari pra produksi meliputi konsep, pembuatan thumbnails foto, dan layout katalog. Dan dilanjutkan ke tahap produksi foto dan editing. Tahapan editing menggabungkan elemen visual meliputi foto, teks, dan warna. Setelah dilakukan uji validasi melalui media kuisioner yang disebar sesuai target, menunjukkan katalog produk ini masuk dalam kategori layak dengan penilaian dari 30 responden. Dengan demikian katalog foto produk Fanschant Store telah berhasil memberikan informasi dan juga promosi tentang produknya yang menarik yang disajikan dalam katalog.
Buku Foto Acara Musik "Grow Between A Threat: Through The Lens" Komunitas Titikdua Kolektif Sebagai Media Informasi Elfa Olivia Verdiana; Yogi Widya Saka Warsaa; Revenska Oskar Gery Inando
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 6 No 02 (2022): Jeskovsia 6.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v6i02.729

Abstract

Pada penelitian ini, ada solusi untuk menginformasi masyarakat luas melalui media buku foto, yang berisi foto-foto dokumentasi acara Grow Between A Threat atau acara lain yang diorganisir langsung oleh Titikdua Kolektif. Diharapkan, buku foto ini juga menjadi media baru untuk menyebarluaskan kelompok kolektif dengan semangat gotong royong yang menginspirasi banyak kalangan. Hasil pengujian yang dilakukan dengan pengambilan data wawancara dan kuesioner kepada inisiator Grow Between A Threat dan Titikdua Kolektif dan 30 responden atas kepuasan mereka sebagai subjek terhadap buku foto “Grow Between A Threat: Through The Lens” sebagai media informasi. Dari hasil kuisioner di atas, dapat disimpulkan bahwa persentase kepuasan akan buku foto “Grow Between A Threat: Trough The Lens” adalah 91,81% dari 30 responden. Dari hasil wawancara, inisiator Grow Between A Threat dan Titikdua Kolektif merasa cukup puas dengan hasil akhir buku foto “Grow Between A Threat: Through The Lens”, baik sebagai buku foto itu sendiri maupun sebagai media informasi.
Video Dokumenter "Sesanti Titi Luri Tengger" Sebagai Media informasi Yogi Widya Saka Warsaa
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 6 No 02 (2022): Jeskovsia 6.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v6i02.873

Abstract

Tengger Mountains that are around at Bromo Mount. The people are called Tenggerese. The Tenggerese live like "Sesanti Titi Luri" (following the footsteps of their ancestors or following the religion, beliefs, culture and customs of their ancestors from generation to generation). So every traditional ceremony that is carried out continues as carried out by its ancestors. The Tenggerese not only have the Yadnya Kasada ceremony as one of the identities attached to the Tengger people, but also have so many other traditional and religious ceremonies such as the Karo Ceremony, Unan-unan Ceremony, Kawulu Ceremony, Kapat Ceremony, Tawur Agung Kasanga Ceremony, Mayu Desa Ceremony. and many more traditional ceremonies of the Tenggerese that are still being carried out. This information media aims to convey what various ceremonies are carried out by the Tenggerese community through direct explanations from sources. In the research process, the data becomes primary data and secondary data. Primary data is the result of interviews conducted with several sources including; (a) interviews with Tengger culturalists to find out the history of the Tengger; (b) interview with Singgih Pandita Dukun Suku Tengger; (c) interviews with community elders of the Tenggerese. While secondary data is literature collected from various written sources. The results of the research resulted in a documentary video entitled "Sesanti Titi Luri Tengger" have duration of 25 minutes, and frame size 1080x1920 Pixels.
Analisis Visual Penerapan Brand Equity Pada Video City Branding "Shining Batu" Yogi Widya Saka Warsaa; Nicholaus Wayong Kabelen
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 7 No 01 (2023): Jeskovsia 7.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v7i01.915

Abstract

The Object of this research is the video "Shining Batu" this video was published by the Government have aims to support branding activities and promotion to introduce the target audience, also create the image that the City of Batu is represented by the City Branding "Shining Batu" is a tourist destination that has various places for vacations, culinary, nature destination, and other park building. This study aims to measure and determine brand equity in branding activities presented in the video "Shining Batu". This research used a qualitative method that discussed in terms of audio and visual quality in terms of the presentation of each footage visualized and correlated with the city branding of the Batu City Government, namely "Shining Batu". The results of this study are in the form of several analyses related to visual communication design disciplines, especially branding, and videography.
Brand Identity UD Bakriy Furniture Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness Dian Dwi Saputra; Yogi Widya Saka Warsaa; Handry Rochmad Dwi Happy
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 7 No 02 (2023): Jeskovsia 7.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v7i02.964

Abstract

Having no visual identity makes UD. Bakriy Furniture is experiencing difficulties in hooking up new customers. That's not all the UD factor. Bakriy Furniture experienced difficulties in hooking up new customers, along with several other factors, namely, the change in the spelling of the name as well as the company's vision and mission. Subsequent changes in the ownership structure include innovations in new product variants, expansion of products and services, updating of furniture styles and designs as well as variants following the wishes and attractiveness of consumers. Differentiate from several regional competitors, especially the city of Pasuruan. The research method used is observation, namely coming directly to the location to conduct interviews with Muchammad Al Hamid as the owner of UD. Bakriy Furniture and Haidar Al Hamid, representatives from UD. Bakriy Furniture., supported by conducting literature studies sourced from books. The rebranding process starts from creating a concept, making thumbnails and then roughlayout. The test results using the questionnaire method in this study showed that out of 10 respondents agreed with the visual identity of UD. Bakriy Furniture which is able to reflect the company's identity.
MENGGALI KEDALAMAN MAKNA DALAM FOTO ESAI: MENAFSIRKAN TANDA, MENGHIDUPKAN CERITA VISUAL TANPA KATA Dwi Happy, Handry Rochmad; Saka Warsaa, Yogi Widya; Verdiana, Elfa Olivia
specta Vol 9, No 1 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i1.15551

Abstract

Foto esai adalah media visual yang tidak hanya merekam momen, tetapi juga menyampaikan cerita yang dapat bertahan dalam ingatan penikmatnya. Seiring waktu, makna dari sebuah foto esai dapat berkembang melalui proses interpretasi yang dipengaruhi oleh latar budaya, konteks sosial, dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), meskipun konten visualnya tetap konsisten. Artikel ini mengkaji peran teori semiotika, literasi visual, dan transmisi budaya dalam membentuk makna dalam foto esai, serta bagaimana foto esai dapat menjadi medium komunikasi massa yang efektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menganalisis beberapa karya foto esai dengan analisis semiotika dan studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam foto dapat menghasilkan berbagai makna baru ketika diinterpretasikan oleh audiens dari latar belakang yang berbeda atau dalam konteks waktu yang berubah. Literasi visual sangat penting dalam proses ini karena kemampuan membaca dan memahami tanda visual menentukan seberapa dalam narasi foto esai dapat diapresiasi. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi bagaimana foto esai mencerminkan budaya yang melahirkannya dan berperan dalam proses transmisi nilai nilai budaya kepada audiens yang lebih luas. Dengan kemajuan teknologi dan AI, cara merancang dan menginterpretasikan foto esai juga mengalami perubahan, yang semakin memperkaya dialog antara karya dan audiensnya. Foto esai tidak hanya menjadi arsip visual, tetapi juga medium aktif yang terus hidup dalam interaksi dinamis dengan teknologi dan perkembangan budaya. Pemahaman terhadap konteks budaya, literasi visual yang baik, dan kesadaran terhadap pengaruh teknologi modern diperlukan untuk mengapresiasi kedalaman cerita dalam foto esai. Foto esai dapat membangkitkan makna baru seiring waktu, menjadikannya media yang dinamis dan relevan dalam berbagai konteks.  Exploring the Depth of Meaning in Photo Essay: Interpreting Signs, Bringing Visual Story to Life without Words. Essay photos are a visual medium that not only records moments but also conveys stories that can survive in the connoisseur's memory. Over time, the meaning of an essay photo can evolve through an interpretive process influenced by cultural background, social context, and technological developments, including artificial intelligence (AI), although the visual content remains consistent. This article examines the role of semiotics theory, visual literacy, and cultural transmission in shaping meaning in essay photos, as well as how essay photos can be an effective medium of mass communication. Using a qualitative-descriptive approach, this study analyzes several essay photos with semiotic analysis and case studies.This research shows that signs in photos can yield a variety of new meanings when interpreted by audiences from different backgrounds or in changing time contexts. Visual literacy is essential in this process, as the ability to read and understand visual cues determines how deep an essay's photo narrative can be appreciated. Additionally, this article explores how essay photos reflect the culture that gave birth to them and play a role in the process of transmitting cultural values to a wider audience. With the advancement of technology and AI, the way we design and interpret essay photos is also changing, further enriching the dialogue between the work and its audience. Essay photos are not only a visual archive, but also an active medium that continues to live in dynamic interaction with technology and cultural developments. An understanding of the cultural context, good visual literacy, and awareness of the influence of modern technology are necessary to appreciate the depth of the story in the essay photo. Essay photos can evoke new meanings over time, making them a dynamic and relevant medium in a variety of contexts.
Visual Recontextualization Maintains Narrative Integrity Amidst Visual Change in Photo Essay Works: Rekontekstualisasi Visual Memertahankan Integritas Naratif Di Tengah Perubahan Visual Dalam Karya Foto Esai Handry Rochmad Dwi Happy; Yogi Widya Saka Warsaa; Elfa Olivia Verdiana
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4929

Abstract

This article discusses visual recontextualization in essay photography with the aim of understanding how visual symbols from various cultural and historical contexts can strengthen visual narratives. Through a semiotic approach, this study shows that essay photos do not only represent what is seen on the surface, but also convey deeper meanings through symbolism and interpretative processes. The findings demonstrate the importance of visual literacy for viewers in interpreting meanings that go beyond visual appearance. The process of recontextualization facilitates the enjoyment of richer emotional and intellectual experiences, making essay photos both documentary and reflective. This study also underlines the need for a deeper understanding of visual signs and symbols in creating meaning, as well as the challenges faced by photographers and viewers in understanding complex layers of meaning. Implications of this study include the need to strengthen visual literacy in the context of photography making and appreciation, as well as recommendations for further research in the fields of semiotics and visual arts
DESAIN KEMASAN BLUDER BROMO SEBAGAI MEDIA PROMOSI Khoiriyah Umrotul Azizah; Yogi Widya Saka Warsaa
Jurnal Grafis Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Grafis Volume 5, Nomor 1
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bluder Bromo merupakan produk roti khas kawasan Tengger yang berlokasi di Tlogosari, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Produk ini memiliki potensi sebagai oleh-oleh khas kawasan wisata Bromo karena memanfaatkan bahan baku lokal berupa kentang dari petani setempat. Namun, sebagian besar wisatawan tidak mengetahui produk ini berbahan kentang dan merupakan oleh-oleh khas Bromo karena kemasan yang digunakan belum mampu merepresentasikan identitas produk secara optimal dan kurang memiliki daya tarik visual untuk bersaing di pasar oleh-oleh wisata. Penelitian ini bertujuan merancang ulang kemasan Bluder Bromo guna meningkatkan daya tarik visual, memperkuat identitas merek, serta mendukung fungsi promosi produk. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode perancangan design thinking, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, dilanjutkan dengan analisis data, pengembangan konsep visual, serta proses perancangan dan implementasi desain. Hasil perancangan berupa kemasan yang terdiri dari label produk, kemasan isi dua, kemasan isi empat, kemasan isi delapan, dan paperbag. Konsep desain memvisualkan unsur budaya dan karakteristik kawasan Bromo sebagai identitas lokal. Material kemasan menggunakan kertas ivory 250 gsm yang dipilih untuk memberikan kesan premium sekaligus tetap fungsional. Perancangan menghasilkan identitas visual berupa kemasan yang lebih konsisten, memudahkan konsumen mengenali brand dan varian rasa produk, serta meningkatkan nilai estetika promosi Bluder Bromo sebagai oleh-oleh khas kawasan wisata Bromo. Sehingga hasil perancangan dapat memperkuat posisi produk serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis produk pangan daerah.Kata kunci: Desain kemasan, Bluder Bromo, Oleh-oleh khas Bromo, Media Promosi.
VISUAL IDENTITY MAVEN APPAREL MALANG UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Yogi Widya Saka Warsaa
Jurnal Grafis Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Grafis Volume 4, Nomor 2
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini membahas perancangan identitas visual Maven Apparel sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness pada target audience remaja di wilayah Malang Raya. Dari hasil analisis, permasalahan utama yang dihadapi Maven Apparel adalah rendahnya tingkat pengenalan merek (brand awareness) akibat minimnya media komunikasi visual, sehingga keberadaan produk dan jasa distro tidak banyak diketahui oleh konsumen. Metodologi yang digunakan adalah design thinking, meliputi tahap emphaty, define, ideate, prototype, dan test. Tahap emphaty dilakukan melalui wawancara dengan pemilik brand, observasi kompetitor, serta analisis kebutuhan konsumen. Tahap define digunakan untuk merumuskan masalah inti terkait identitas visual dan brand awareness. Pada tahap ideate, dirancang berbagai soulsi permasalahan yang terjadi dan dikembangkan menjadi berbagai alternatif solusi visual yang meliputi sign system, stationery kit, poster informasi, kemasan, dan merchandise. Solusi-solusi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk prototype dan diuji pada tahap test. Pengujian dilakukan kepada 62 responden, yang terdiri dari target audience remaja di Malang Raya. Persentase hasil pengujian menunjukkan bahwa sebanyak 82% menyatakan media visual yang dirancang efektif dalam meningkatkan brand awareness brand Maven Apparel. Penelitian ini menghasilkan identitas visual yang konsisten dalam membangun daya ingat di benak target audience sekaligus meningkatkan daya saing brand lokal di tengah maraknya persaingan industri pakaian distro di kota Malang.