Supriadi Surbakti
1,2,3Agribusiness Study Program, Universitas Deli Sumatera, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efisiensi Pemasaran Daun Bawang (Allium fistulosum) Di Kabupaten Karo Sukri Mulia; Supriadi Surbakti; Octasella Ainani As'ad
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13098

Abstract

Permasalahan komoditas hortikultura berupa bawang daun adalah fluktuasi harga yang tinggi dan selisih harga yang tidak seimbang di tingkat petani produsen dengan harga di tingkat konsumen. Hal ini dikarenakan rantai perdagangan dari produsen ke konsumen cukup panjang, melibatkan banyak pelaku, dan menjadi beban biaya dalam proses pemasaran yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan rantai pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran saluran pemasaran bawang daun saat ini dan menganalisis efisiensi  saluran pemasaran berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dimana data kualitatif digunakan untuk menganalisis saluran pemasaran yang telah terbentuk dan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis efisiensi operasional pemasaran dengan menggunakan Microsoft Excel  dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran bawang daun yang umum dilalui oleh petani di Kabupaten Karo yaitu: I. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir II. Petani → Pengepul Pedagang besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir III. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang→ Konsumen Akhir. Saluran II dimanfaatkan oleh 42,6% petani, saluran I sebesar 21,6% dan saluran III hanya sebesar 16,8%. Pangsa harga yang diterima petani pada masing-masing saluran pemasaran sebesar 50% untuk saluran I dan 62,5% untuk saluran II dan50% untuk saluran  III. Jadi secara operasional saluran II lebih efisien karena dimanfaatkan oleh 62,5% petani