Sistem agroforestri merupakan salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan komponen kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu sistem pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem agroforestri berbasis tanaman kol dan ternak kambing di Desa Sempajaya, Kabupaten Karo, serta mengetahui manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial dari integrasi kedua komoditas tersebut. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara menggunakan kuesioner kepada petani, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tanaman kol dengan ternak kambing mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan melalui pemanfaatan limbah kol sebagai pakan kambing, sedangkan kotoran kambing dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman kol. Sistem ini mampu meningkatkan pendapatan petani, mengurangi penggunaan pupuk kimia, memperbaiki kesuburan tanah, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan modal, pengetahuan petani mengenai sistem agroforestri, serta fluktuasi harga kol. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi dan akses pemasaran