Hilda Yanti Torus Pane
4Fakultas Ekonomi, Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Asahan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP PERLAKUAN MULSA ORGANIK DAN BERBAGAI PENGOLAHAN TANAH Ansoruddin Ansoruddin; Siti Kholiza; Turi Handayani; Hilda Yanti Torus Pane
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14051

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga tingkat perlakuan untuk faktor pertama dan tiga tingkat perlakuan untuk faktor kedua. Faktor pertama adalah perlakuan mulsa organik (M), yang terdiri dari tiga tingkat: M0 = Tanpa mulsa (kontrol); M1 = Mulsa jerami; M2 = Mulsa serbuk gergaji. Faktor kedua adalah berbagai perlakuan pengolahan tanah (T), yang terdiri dari tiga tingkat: T0 = Tanpa pengolahan tanah, T1 = Pengolahan tanah minimal, dan T2 = Pengolahan tanah maksimal. Analisis varians menunjukkan bahwa perlakuan mulsa organik secara signifikan berbeda dalam hal tinggi tanaman, jumlah cabang, berat segar per tanaman, produksi tanaman per petak, dan berat akar per tanaman. Perlakuan mulsa jerami (M1) menghasilkan peningkatan tinggi tanaman sebesar 8,29 cm; jumlah cabang 10,72 batang; berat segar per tanaman 72,24 g; produksi tanaman per petak 431,89 g; dan berat akar per tanaman 8,12 g. Perlakuan mulsa organik menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal berat segar per tanaman, produksi tanaman per petak, dan berat akar per tanaman. Perlakuan pengolahan tanah maksimum (T2) menunjukkan berat segar per tanaman sebesar 62,18 g; produksi tanaman per petak sebesar 370,52 g; berat akar per tanaman sebesar 7,67 g. Interaksi antara perlakuan mulsa organik dan berbagai perlakuan tanah tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada semua variabel yang diamati.