Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga tingkat perlakuan untuk faktor pertama dan tiga tingkat perlakuan untuk faktor kedua. Faktor pertama adalah perlakuan mulsa organik (M), yang terdiri dari tiga tingkat: M0 = Tanpa mulsa (kontrol); M1 = Mulsa jerami; M2 = Mulsa serbuk gergaji. Faktor kedua adalah berbagai perlakuan pengolahan tanah (T), yang terdiri dari tiga tingkat: T0 = Tanpa pengolahan tanah, T1 = Pengolahan tanah minimal, dan T2 = Pengolahan tanah maksimal. Analisis varians menunjukkan bahwa perlakuan mulsa organik secara signifikan berbeda dalam hal tinggi tanaman, jumlah cabang, berat segar per tanaman, produksi tanaman per petak, dan berat akar per tanaman. Perlakuan mulsa jerami (M1) menghasilkan peningkatan tinggi tanaman sebesar 8,29 cm; jumlah cabang 10,72 batang; berat segar per tanaman 72,24 g; produksi tanaman per petak 431,89 g; dan berat akar per tanaman 8,12 g. Perlakuan mulsa organik menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal berat segar per tanaman, produksi tanaman per petak, dan berat akar per tanaman. Perlakuan pengolahan tanah maksimum (T2) menunjukkan berat segar per tanaman sebesar 62,18 g; produksi tanaman per petak sebesar 370,52 g; berat akar per tanaman sebesar 7,67 g. Interaksi antara perlakuan mulsa organik dan berbagai perlakuan tanah tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada semua variabel yang diamati.
Copyrights © 2026