Fakhrur Rozi
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Bank Sampah dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Kas RT Muhammad Robby Habib Fahrin; Fakhrur Rozi; Achmad Jazuri; Kevin Achmad Fahrezzi; M.Rizky Davin Syahputra; Moch. Panji Fad’aq Syah
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ajr7r602

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi isu utama di tingkat masyarakat, termasuk di lingkungan RT 03 Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat cenderung menjual sampah langsung kepada pengepul, sehingga keberadaan bank sampah RT belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui penyuluhan bank sampah dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode PAR digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, hingga pelaksanaan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas bapak-bapak, ibu-ibu, serta pemuda RT 03. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesediaan warga untuk menabung sampah ke bank sampah RT sebagai bentuk komitmen bersama. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan partisipatif melalui penyuluhan efektif dalam mengubah pola pikir masyarakat, sehingga bank sampah dapat berfungsi tidak hanya sebagai sarana pengelolaan lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kas RT dan memperkuat kegiatan sosial bersama. Waste management remains a major issue at the community level, including in RT 03 of Banjarbendo Village, Sidoarjo District, Sidoarjo Regency. Residents tend to sell waste directly to collectors, resulting in the RT waste bank not being fully operational. This community service activity aims to raise public awareness of the importance of community-based waste management through waste bank outreach using the Participatory Action Research (PAR) approach. The PAR method is used to actively involve the community in the process of identifying problems, planning, and implementing solutions that meet local needs. The outreach activity was attended by 32 participants consisting of men, women, and youth from RT 03. The outreach results showed an increase in community understanding and willingness to save waste in the RT waste bank as a form of shared commitment. These findings demonstrate that a participatory approach through outreach is effective in changing community mindsets, so that waste banks can function not only as a means of environmental management, but also as an instrument to increase RT cash and strengthen joint social activities.
Pentas Seni Anak-Anak dalam Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sebagai Sarana Pemberdayaan Komunitas Aminatus Sa’diyah; Fakhrur Rozi; Rifda Salsabila Putri Kholiq; Fathoni Achmad Al Kaafi; Maulidyah Tri Setyorini; Virginia Arsariris Medy Sukma; Dimas Aditya Putra
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ra348651

Abstract

Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di RT 03 Desa Banjarbendo dilaksanakan melalui penyelenggaraan pentas seni yang digagas bersama oleh warga setempat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Service-Learning (SL). Melalui PAR, masyarakat terlibat aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sementara itu, SL memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar melalui keterlibatan langsung, refleksi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas, rasa percaya diri, dan keberanian anak-anak dalam menampilkan potensi seni mereka. Selain itu, kegiatan ini memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan antarwarga, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran reflektif yang menghubungkan teori dengan praktik. Dengan demikian, pentas seni tidak hanya berfungsi sebagai perayaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan komunitas dan pembelajaran transformatif. The commemoration of the 80th anniversary of the Republic of Indonesia in RT 03, Banjarbendo Village, was carried out through an arts performance jointly initiated by residents. This activity used a Participatory Action Research (PAR) and Service-Learning (SL) approach. Through PAR, the community was actively involved from the need’s identification stage, through planning, implementation, and evaluation. Meanwhile, SL provided students with the opportunity to learn through direct involvement, reflection, and service to the community. The results of the activity showed an increase in creativity, self-confidence, and courage in children in showcasing their artistic potential. In addition, this activity strengthened social solidarity, strengthened relationships between residents, and fostered pride in local culture. This activity served as a means of reflective learning that connected theory with practice. Thus, the arts performance functioned not only as a celebration but also as an instrument for community empowerment and transformative learning.