Maulidyah Tri Setyorini
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media Rotating Mini Geotable terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas III Sekolah Dasar Maulidyah Tri Setyorini; Fajar Nur Yasin; Arie Widya Murni
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi kenampakan alam dan buatan di daerahku yang didominasi dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan pengaruh model pembelajaran inkuiri berbantuan media rotating mini geotable terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan tipe kuasi eksperimen dengan desain dua kelompok yang sama-sama diberikan pretest posttest, namun hanya kelompok ekeperimen yang memperoleh perlakuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis melalui uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 81,67 dan kelas kontrol sebesar 50,92. Selain itu, uji hipotesis nilai signifikasi sebesar 0,000 (sig < 0,05) dan nilai thitung sebesar 7,072 lebih besar dari ttabel 1,706 (thitung > ttabel), sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil rekapitulasi indikator berpikir kritis, siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan pada seluruh indikator dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan pada kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri berbantuan media rotating mini geotable dinyatakan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pentas Seni Anak-Anak dalam Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sebagai Sarana Pemberdayaan Komunitas Aminatus Sa’diyah; Fakhrur Rozi; Rifda Salsabila Putri Kholiq; Fathoni Achmad Al Kaafi; Maulidyah Tri Setyorini; Virginia Arsariris Medy Sukma; Dimas Aditya Putra
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ra348651

Abstract

Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di RT 03 Desa Banjarbendo dilaksanakan melalui penyelenggaraan pentas seni yang digagas bersama oleh warga setempat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Service-Learning (SL). Melalui PAR, masyarakat terlibat aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sementara itu, SL memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar melalui keterlibatan langsung, refleksi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas, rasa percaya diri, dan keberanian anak-anak dalam menampilkan potensi seni mereka. Selain itu, kegiatan ini memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan antarwarga, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran reflektif yang menghubungkan teori dengan praktik. Dengan demikian, pentas seni tidak hanya berfungsi sebagai perayaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan komunitas dan pembelajaran transformatif. The commemoration of the 80th anniversary of the Republic of Indonesia in RT 03, Banjarbendo Village, was carried out through an arts performance jointly initiated by residents. This activity used a Participatory Action Research (PAR) and Service-Learning (SL) approach. Through PAR, the community was actively involved from the need’s identification stage, through planning, implementation, and evaluation. Meanwhile, SL provided students with the opportunity to learn through direct involvement, reflection, and service to the community. The results of the activity showed an increase in creativity, self-confidence, and courage in children in showcasing their artistic potential. In addition, this activity strengthened social solidarity, strengthened relationships between residents, and fostered pride in local culture. This activity served as a means of reflective learning that connected theory with practice. Thus, the arts performance functioned not only as a celebration but also as an instrument for community empowerment and transformative learning.