Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bagi Nelayan Pesisir Kota Surabaya Sebagai Upaya Optimalisasi Ekonomi Biru Devi Maya Sofa; Amada Ramadhani; Michael Oswald Kritiano Djenal
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/mspxt746

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga nelayan pesisir Kenjeran sebagai upaya optimalisasi ekonomi biru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian dosen pemula yang didanai Kemendiktisaintek yang mengidentifikasi rendahnya literasi keuangan dan minimnya sistem pengelolaan keuangan terstruktur pada keluarga nelayan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan keluarga nelayan sebagai mitra aktif melalui empat tahap: persiapan komunitas, identifikasi masalah partisipatif, perencanaan kolaboratif, dan implementasi pelatihan dengan pendekatan learning by doing. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan literasi keuangan peserta, khususnya dalam pencatatan keuangan harian dan penyusunan anggaran berbasis pendapatan musiman. Program berhasil meningkatkan kemampuan keluarga nelayan mengelola keuangan secara efisien untuk investasi produktif dan membangun ketahanan ekonomi menghadapi volatilitas pendapatan perikanan, sehingga berkontribusi pada optimalisasi potensi ekonomi biru di kawasan pesisir Kenjeran. This community service program aims to enhance the financial management skills of coastal fishing families in Kenjeran, with the goal of optimizing the blue economy. This activity is a follow-up to research conducted by junior lecturers funded by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, which identified low financial literacy and a lack of structured financial management systems among fishing families. The method used was Participatory Action Research (PAR), which involved fishing families as active partners through four stages: community preparation, participatory problem identification, collaborative planning, and training implementation with a learning-by-doing approach. The results showed a significant increase in participants' financial literacy, particularly in daily financial record-keeping and seasonal income-based budgeting. The program succeeded in improving the ability of fishing families to manage their finances efficiently for productive investments and build economic resilience in the face of volatile fishing incomes, thereby contributing to the optimization of the blue economy potential in the Kenjeran coastal area.
Coaching Clinic Wajib Pajak Cerdas di Era Digital: Optimalisasi Coretax System Petrus Fraidylegif Putra Djatu; Manuel Aristo Surbakti; Amada Ramadhani
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.620

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi perpajakan digital wajib pajak orang pribadi dan pelaku UMKM di wilayah Surabaya Barat Kecamatan Tandes dalam mengadopsi Coretax System yang resmi diluncurkan pemerintah pada Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis, dan kepatuhan sukarela wajib pajak melalui model coaching clinic yang partisipatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan pendekatan andragogi, mencakup need assessment, hands-on training, peer learning, dan individual coaching terhadap 40 peserta yang dilaksanakan di Universitas Teknologi Surabaya (UTS). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 54,3 (pre-test) menjadi 81,7 (post-test) atau naik sebesar 50,5%, dengan 84,2% peserta melampaui ambang kelulusan yang ditetapkan (skor ≥70), melampaui target awal sebesar 75%. Selain capaian teknis, kegiatan ini mendorong perubahan sosial berupa munculnya local leader organik dalam bentuk “tax buddy”, terbentuknya komunitas belajar pajak digital, dan pergeseran orientasi kepatuhan dari compliance by fear menuju compliance by commitment. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan coaching clinic berbasis pengalaman langsung dan partisipasi aktif efektif digunakan dalam mendampingi wajib pajak menghadapi transisi sistem administrasi perpajakan digital.