Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi inflasi, upah minimum, konsumsi rumah tangga, kurs tukar, investasi, dan pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menggunakan data time series tahunan periode 1990–2024 (N=35), penelitian ini mengaplikasikan pendekatan Error Correction Model (ECM) dua tahap Engle-Granger yang mampu mengidentifikasi dinamika penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan Phillips-Perron (PP) mengkonfirmasi seluruh variabel terintegrasi pada orde I(1). Uji kointegrasi Engle-Granger menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang yang signifikan antar variabel, ditandai nilai ADF residual sebesar -4,595 (p=0,000). Hasil estimasi persamaan jangka panjang menunjukkan bahwa investasi berpengaruh positif sangat signifikan terhadap pertumbuhan manufaktur (β=8,794; p=0,006), sedangkan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif signifikan (β=-12,638; p=0,001) yang mengindikasikan adanya efek crowding out jangka panjang. Estimasi model ECM menghasilkan koefisien Error Correction Term (ECT) sebesar -1,046 (p=0,000), mengkonfirmasi mekanisme koreksi yang valid dengan kecepatan penyesuaian sebesar 104,62% per tahun. Dalam jangka pendek, perubahan investasi (ΔINV: β=8,156; p=0,017) dan perubahan pengeluaran pemerintah (ΔGOV: β=-15,461; p=0,001) menjadi variabel paling dominan. Seluruh uji diagnostik normalitas Jarque-Bera, heteroskedastisitas Breusch-Pagan, efek ARCH, dan autokorelasi Ljung-Box terpenuhi, mengkonfirmasi validitas inferensi statistik model. Temuan ini menegaskan peran strategis investasi sebagai pendorong utama pertumbuhan manufaktur dan perlunya reorientasi belanja pemerintah agar lebih bersifat komplementer terhadap investasi swasta di sektor industri.