Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Masyarakat Multikultural : Penelitian Ida Laila Mahmud; Chusnul Mar'iyah; Ayuni Setiawati; Muhammad Jalaluding
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5878

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman tinggi dalam suku, agama, budaya, dan bahasa yang menjadi kekuatan sekaligus berpotensi memicu konflik akibat rendahnya toleransi. Hal ini menegaskan pentingnya pendidikan dalam menanamkan nilai kebinekaan, toleransi, dan hidup damai. Perguruan tinggi berperan strategis dalam membangun sikap toleran melalui pendidikan multikultural, khususnya melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang membentuk karakter mahasiswa agar mampu hidup harmonis. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran PKn dalam menanamkan nilai toleransi pada masyarakat multikultural dengan metode studi pustaka dari berbagai literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa PKn berperan penting melalui integrasi nilai Pancasila, kebinekaan, dan multikulturalisme dalam pembelajaran. Dengan demikian, PKn menjadi sarana strategis untuk membangun toleransi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
PROFESIONALISME GURU SEBAGAI PILAR UTAMA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Muhammad Jalaluding; Kartini Rahman Nisa
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9509

Abstract

Teacher professionalism plays a crucial role in a success of learning and the improvement of educational quality at SMKN 1 Talibura. Teachers are required to perform their duties optimally by mastering four core competencies: pedagogical, professional, social, and personality. This study used a qualitative descriptive approach with semi-structured interviews, classroom observations, and literature review. The observations showed that teachers prepare lesson plans and teaching modules according to the characteristics of vocational students, combining theory with practice, discussions, and simple work simulations. Evaluations are conducted individually, tailored to students’ abilities. Professional competence is demonstrated through proficiency in the subject and ongoing self- formation via MGMP meetings and online training. Social competence is reflected in open communication with students, additional mentoring, and active coordination with parents. Meanwhile, personality competence is evident in teachers’ discipline, exemplary behavior, and ability to maintain a conducive classroom environment. This study is innovative in its integration of contextualized learning grounded in the characteristics of the vocational school, where teacher professionalism is reflected not only through meeting formal standards but also through creative adaptation to local conditions and student needs. These four competencies are interrelated and form the foundation for holistic teacher professionalism. ABSTRAK Profesionalisme pendidik menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di SMKN 1 Talibura. Guru di tuntut melaksanakan tugas secara optimal dengan menguasai empat kompetensi yaitu kemampuan pedagogik, keahlian profesional, keterampilan sosial, dan aspek kepribadian. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan kajian pustaka. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik kejuruan, memadukan teori dengan praktik, diskusi, dan simulasi kerja sederhana. Evaluasi dilakukan secara personal, menyesuaikan kemampuan siswa. Kompetensi profesional terlihat dari penguasaan materi dan upaya pengembangan diri melalui MGMP dan pelatihan daring. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi terbuka dengan siswa, pendampingan tambahan, dan koordinasi dengan orang tua. Sementara itu, kompetensi kepribadian tampak dari kedisiplinan, keteladanan, dan kemampuan menjaga suasana kelas kondusif.  Kebaruan temuan penelitian ini terletak pada integrasi pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik sekolah kejuruan, di mana profesionalisme guru tercermin tidak hanya melalui pemenuhan standar, tetapi juga adaptasi kreatif terhadap kondisi lokal dan kebutuhan siswa. Keempat kompetensi saling mendukung dan menjadi fondasi profesionalisme guru secara utuh.