Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis SWOT Sebagai Dasar Penguatan Pola Pikir Wirausaha SMK Negeri 7 Ende Rusli Hereng; Kartini Rahman Nisa; Fayrus Abadi Slamet; Dian Nan Briliant; Vincensius Tibo; Nurmawati
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan berperan penting dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berjiwa wirausaha, namun pada praktiknya pola pikir wirausaha siswa masih didominasi orientasi mencari pekerjaan. Kondisi ini juga terjadi pada siswa SMK Negeri 7 Ende yang berada di wilayah dengan potensi hortikultura melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai peluang usaha. Tujuan pengabdiannya adalah menganalisis kondisi pola pikir wirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 7 Ende serta merumuskan strategi penguatannya berbasis potensi hortikultura lokal melalui analisis SWOT. Metode yang digunakan meliputi observasi, angket, dan wawancara terhadap 20 siswa kelas XII, kemudian data dianalisis dan dimasukkan ke dalam matriks SWOT. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa memiliki kekuatan pada pemahaman dasar kewirausahaan, keterampilan produktif, dan akses sumber daya hortikultura, namun masih lemah dalam penciptaan nilai tambah, strategi pemasaran, serta keberanian mengambil risiko. Kegiatan ini menghasilkan strategi penguatan pola pikir wirausaha yang lebih terarah dan aplikatif, serta mendorong siswa memandang potensi lokal sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi.
Keprofesionalan Guru dalam Praktik Pendidikan di SMAK Monte Carmelo: Penelitian Siti Zuraidah; Kartini Rahman Nisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6013

Abstract

Keprofesionalan guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menentukan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Guru profesional tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pendidikan di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keprofesionalan guru berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan di SMAK Monte Carmelo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara sebagai sumber data utama. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa guru-guru di SMAK Monte Carmelo telah menunjukkan sikap profesional melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi yang berkelanjutan. Selain itu, komitmen moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab guru menjadi cerminan profesionalisme dalam konteks pendidikan berbasis nilai. Artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang implementasi keprofesionalan guru di lingkungan sekolah menengah atas.
Efektivitas Penggunaan Media Audio Visual Menggunakan Aplikasi Kinemaster dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Materi Hukum Dasar Kimia) Darmawati Bayangkari Ramli; Kartini Rahman Nisa; Nurhadyati
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dxjfhw69

Abstract

Salah satu media yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan media audio visual yang mendukung kegiatan pembelajaran adalah aplikasi kinemaster. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal di SMAN Pemana, pemanfaatan media pembelajaran memang masih kurang optimal khususnya media pembelajaran audio visual, karena hanya memanfaatkan media berupa buku dan proyektor yang hanya digunakan sebagai pengganti papan tulis. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mencari pengaruh media audio visual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan tes. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dan observasi sebagai tahap awal untuk memperoleh data. Peneliti melakukan pretest dan posttest untuk melihat kemampuan berpikir kritis siswa. Tempat penelitian ini dilakukan di SMAN Pemana dari bulan Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN Pemana, sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini siswa kelas XB sebanyak 20 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2025. Hasil penelitian diatas siswa SMAN Pemana kelas X B memiliki keterampilan berpikir kritis karena siswa mampu memenuhi beberapa indikator berpikir kritis. Siswa yang berpikir kritis memiliki beberapa karakteristik antara lain; melakukan klarifikasi dasar terhadap masalah, mengumpulkan dasar informasi, membuat referensi, melakukan klarifikasi lanjut, membuat dan mengkomunikasikan kesimpulan yang terbaik.
The Effect of a Guided Inquiry Learning Model Based on E-Modules on Students’ Problem Solving Skills Sri Minarni Rezeki; Kartini Rahman Nisa; Jayadin Jayadin
SEARCH: Science Education Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026): SEARCH: April 2026
Publisher : IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/search.v4i2.2815

Abstract

This study aims to examine the effect of a guided inquiry learning model based on E-Modules on students’ problem-solving abilities. The research was conducted at SMA St. Petrus Kewapante. The sample consisted of 20 students, all of whom were included in the study. This research employed a quantitative method, which is based on objective measurement of numerical data to test the formulated hypotheses. The test results were analyzed statistically to determine significance, with the expectation of obtaining objective, measurable, and generalizable data in accordance with the population characteristics. The findings indicate a significant improvement in students’ problem-solving abilities after the implementation of the guided inquiry learning model based on E-Modules. This is evidenced by a statistically significant difference between pretest and posttest mean scores (p < 0.001) and an N-Gain score in the moderate category (mean = 0.5024 or 50.24%). Furthermore, the results of normality and homogeneity tests show that the data are normally distributed and homogeneous, indicating that the parametric statistical analysis used is valid and reliable.
PROFESIONAL GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAS St. PETRUS KEWAPANTE Mutia Malmar; Kartini Rahman Nisa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.9457

Abstract

The purpose of this study is to confirm and analyze the professionalism of teachers at SMAS ST. Petrus Kewapante, which includes teachers' understanding of professionalism, its implementation in learning activities, and various obstacles encountered in carrying out their duties as professional educators. Data in this study were collected using instruments such as observation, documentation, and in-depth interviews. The research subject was one (1) physics teacher at SMAS ST. Petrus Kewapante who was selected as the main informant. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques with the following stages: data reduction (sorting and focusing data according to the research objectives), data presentation (systematically compiling data in narrative form), and drawing conclusions and verification (interpreting the meaning of the data to obtain research findings). The results of the study indicate that teachers at SMAS ST. Petrus Kewapante have internalized the values of professionalism, as seen in their ability to plan and implement learning in accordance with the characteristics of the students, their deep mastery of the subject matter, their attitudes and personalities that reflect exemplary behavior, and their ability to build effective communication with students and the school environment. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menegaskan dan menganalisis profesionalisme guru di SMAS ST. Petrus Kewapante, yang mencakup pemahaman guru tentang profesionalisme, bentuk implementasinya dalam kegiatan pembelajaran, serta berbagai hambatan yang dialami dalam menjalankan tugas sebagai pendidik profesional. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan instrumen berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian berjumlah 1 (satu) orang guru Fisika di SMAS ST. Petrus Kewapante yang dipilih sebagai informan utama. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dengan tahapan: Reduksi data (memilah dan memfokuskan data sesuai tujuan penelitian), Penyajian data (menyusun data secara sistematis dalam bentuk narasi), dan Penarikan kesim  pulan serta verifikasi (menafsirkan makna data untuk memperoleh temuan penelitian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SMAS ST. Petrus Kewapante telah menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme yang terlihat dari kemampuannya merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik, penguasaan materi pelajaran yang mendalam, sikap dan kepribadian yang mencerminkan keteladanan, serta kemampuannya membangun komunikasi yang efektif dengan siswa maupun lingkungan sekolah.    
Interactive STEAM-Based E-Modules in Chemistry Education: Implementation and Impact Kartini Rahman Nisa; Wahyuningsih; Sri Astuti Rahman Coa; Jayadin; Kristina Tresia Leto
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.bei.002007

Abstract

The abstract nature of chemical concepts, which are often intangible and not directly observable, makes chemistry learning challenging and can reduce overall learning quality. Integrating technology with interdisciplinary approaches, such as STEAM-based interactive e-modules, offers a promising solution to enhance chemistry education. This study aims to systematically map the implementation of STEAM-based e-modules and examine their impact on chemistry learning. A literature review method was employed, sourcing data from Google Scholar and Scopus using the keywords "STEAM E-Module" and "Chemistry Education." Findings indicate that STEAM e-modules are commonly implemented with digital tools such as Flipbook and ChemSketch, and adopt collaborative approaches incorporating Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL) designs. The use of STEAM e-modules consistently demonstrates positive effects on students’ science literacy, academic achievement, conceptual understanding, scientific process skills, and critical thinking. These results highlight the effectiveness of interactive e-modules as a medium to enhance both cognitive and higher-order skills in chemistry education.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbantuan Aplikasi PhET Simulation Pada Materi Asam Basa Windasari Windasari; Kartini Rahman Nisa; Nurhadyati Nurhadyati
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r4n5bt39

Abstract

This study aims to develop and determine the practicality of developing student worksheets assisted by the PhET simulation application on acid-base material in class XI of SMA Negeri 1 Talibura based on assessments from material experts, media experts, and students. The method used in this study is Research and Development (R&D) with the development stages of the RDR model (Research, Development, Research), while the data collection technique in this study uses questionnaires for material expert validation, media expert validation, and student responses. The developed media was tested by 29 students. The student worksheets assisted by the PhET simulation application on acid-base material for class XI at SMA Negeri 1 Talibura obtained an average score from media experts of 86.45% with a very feasible category, and material experts received an average score of 89.77% with a very feasible category, while student responses to the learning media obtained an average score of 86.27% with a very feasible category. Based on the research data obtained, it can be concluded that the use of student worksheets assisted by the PhET simulation application on acid-base material in class XI at SMA Negeri 1 Talibura is suitable for use in learning activities. 
Profesionalisme Guru Kimia di Sekolah SMA Negeri 2 Maumere: Penelitian Asti Junianti; Kartini Rahman Nisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5371

Abstract

Profesionalisme guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Guru dituntut untuk menjalankan tugas secara profesional dengan menguasai empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan profesionalisme guru berdasarkan keempat kompetensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semiterstruktur dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan kompetensi pedagogik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Kompetensi profesional tercermin dari penguasaan materi, pengembangan diri, serta penyesuaian pembelajaran dengan kurikulum. Kompetensi sosial terlihat dari kemampuan komunikasi dan kerja sama dengan peserta didik, rekan sejawat, dan orang tua, sedangkan kompetensi kepribadian ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan. Keempat kompetensi tersebut menjadi dasar penting dalam mewujudkan profesionalisme guru secara menyeluruh.
PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN MELALUI KOMPETENSI, KETELADANAN, DAN KEPEMIMPINAN HUMANIS DI SEKOLAH Chusnul Mar’iyah Mahmud; Kartini Rahman Nisa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9449

Abstract

The challenges of 21st-century education demand the strengthening of teacher professionalism beyond academic aspects, especially in schools with limited resources such as SMA Negeri 1 Waigete. This study aims to analyze the implementation of teacher professionalism in improving the quality of learning through competence, exemplary behavior, and humanistic leadership. Using a descriptive qualitative approach, the research stages, conducted in January 2026, included in-depth interviews, observations, and documentation with the principal and teachers selected through purposive sampling. The research findings indicate that professionalism is reflected in teacher involvement in school development and the management of emotional and social intelligence. The use of lectures, small group discussions, and practicums has been shown to increase active participation and student discipline. Despite facing obstacles such as low learning motivation and diverse student characters, teachers implement adaptive strategies through personal approaches and individual dialogue. The main conclusion confirms that the synergy between pedagogical competence, emotional maturity, and supportive leadership support is a determining factor in educational quality. Humanistic teacher professionalism has been proven to create a conducive learning ecosystem and serve as a primary foundation for character formation and student academic success amidst various resource limitations in a comprehensive, equitable, and sustainable manner. ABSTRAK Tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut penguatan profesionalisme guru yang melampaui aspek akademik, terutama di sekolah dengan keterbatasan sarana seperti SMA Negeri 1 Waigete. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kompetensi, keteladanan, dan kepemimpinan humanis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian yang dilaksanakan pada Januari 2026 ini meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah serta guru yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme tercermin dari keterlibatan guru dalam pengembangan sekolah serta pengelolaan kecerdasan emosional dan sosial. Penggunaan metode ceramah, diskusi kelompok kecil, serta praktikum terbukti meningkatkan partisipasi aktif dan disiplin siswa. Meskipun menghadapi kendala berupa rendahnya motivasi belajar dan keberagaman karakter peserta didik, guru menerapkan strategi adaptif melalui pendekatan personal dan dialog individual. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kompetensi pedagogik, kematangan emosi, dan dukungan kepemimpinan suportif merupakan faktor penentu mutu pendidikan. Profesionalisme guru yang humanis terbukti mampu menciptakan ekosistem belajar kondusif sekaligus menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter serta kesuksesan akademik siswa di tengah berbagai keterbatasan sumber daya secara komprehensif, merata dan juga berkelanjutan.
PROFESIONALISME GURU SEBAGAI PILAR UTAMA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Muhammad Jalaluding; Kartini Rahman Nisa
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9509

Abstract

Teacher professionalism plays a crucial role in a success of learning and the improvement of educational quality at SMKN 1 Talibura. Teachers are required to perform their duties optimally by mastering four core competencies: pedagogical, professional, social, and personality. This study used a qualitative descriptive approach with semi-structured interviews, classroom observations, and literature review. The observations showed that teachers prepare lesson plans and teaching modules according to the characteristics of vocational students, combining theory with practice, discussions, and simple work simulations. Evaluations are conducted individually, tailored to students’ abilities. Professional competence is demonstrated through proficiency in the subject and ongoing self- formation via MGMP meetings and online training. Social competence is reflected in open communication with students, additional mentoring, and active coordination with parents. Meanwhile, personality competence is evident in teachers’ discipline, exemplary behavior, and ability to maintain a conducive classroom environment. This study is innovative in its integration of contextualized learning grounded in the characteristics of the vocational school, where teacher professionalism is reflected not only through meeting formal standards but also through creative adaptation to local conditions and student needs. These four competencies are interrelated and form the foundation for holistic teacher professionalism. ABSTRAK Profesionalisme pendidik menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di SMKN 1 Talibura. Guru di tuntut melaksanakan tugas secara optimal dengan menguasai empat kompetensi yaitu kemampuan pedagogik, keahlian profesional, keterampilan sosial, dan aspek kepribadian. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan kajian pustaka. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik kejuruan, memadukan teori dengan praktik, diskusi, dan simulasi kerja sederhana. Evaluasi dilakukan secara personal, menyesuaikan kemampuan siswa. Kompetensi profesional terlihat dari penguasaan materi dan upaya pengembangan diri melalui MGMP dan pelatihan daring. Kompetensi sosial tercermin dari komunikasi terbuka dengan siswa, pendampingan tambahan, dan koordinasi dengan orang tua. Sementara itu, kompetensi kepribadian tampak dari kedisiplinan, keteladanan, dan kemampuan menjaga suasana kelas kondusif.  Kebaruan temuan penelitian ini terletak pada integrasi pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik sekolah kejuruan, di mana profesionalisme guru tercermin tidak hanya melalui pemenuhan standar, tetapi juga adaptasi kreatif terhadap kondisi lokal dan kebutuhan siswa. Keempat kompetensi saling mendukung dan menjadi fondasi profesionalisme guru secara utuh.