I Made Rio Dwijayanto
Universitas Widya Nusantara Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Self-management dan Motivasi Kerja Terhadap Persepsi Perawat Mengenai Kualitas Pelayanan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Nurhijrah; I Made Rio Dwijayanto; Sugyarso Sanan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5906

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan merupakan indikator penting dalam mutu pelayanan rumah sakit dan sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya perawat. Self-management dan motivasi kerja dipandang sebagai faktor internal yang berperan dalam membentuk persepsi perawat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-management dan motivasi kerja terhadap persepsi perawat mengenai kualitas pelayanan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat self-management dan motivasi kerja pada kategori sedang, sementara persepsi perawat terhadap kualitas pelayanan tergolong tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara self-management terhadap persepsi kualitas pelayanan (p = 0,618) maupun antara motivasi kerja terhadap persepsi kualitas pelayanan (p = 0,435). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi perawat mengenai kualitas pelayanan tidak secara langsung dipengaruhi oleh self-management dan motivasi kerja, melainkan lebih terkait dengan penerapan standar profesi, etika keperawatan, serta sistem pelayanan yang berjalan secara konsisten
Pengaruh Terapi Inhalasi Eucalyptus Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro : Penelitian Enjelina Sinaga; I Made Rio Dwijayanto; Agnes Erlita Distriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5091

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is one of the main causes of morbidity in children in Indonesia. One non-pharmacological intervention to help overcome airway clearance disorders is eucalyptus inhalation therapy. Based on observations at the Mamboro Community Health Center, most children with ARI have never received inhalation therapy regularly due to a lack of parental knowledge about its benefits. This study aims to determine the effect of eucalyptus inhalation therapy on airway clearance in children with ARI in the Mamboro Community Health Center working area. This study used a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 5 children with ARI obtained through a purposive sampling technique. The intervention was carried out for three days with eucalyptus inhalation therapy administered twice daily. Data were collected using an airway clearance observation sheet and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a Z value of -2.060 with p = 0.039 (p < 0.05), which means there is a significant effect between eucalyptus inhalation therapy on improving airway clearance. Before the intervention, all respondents (100%) had poor airway clearance, while after the intervention all (100%) were in the good category. There is an effect of eucalyptus inhalation therapy on improving airway clearance in children with ARI in the working area of ​​the Mamboro Community Health Center.