Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Ayu Ramadani; Ropika Ningsih; Elsi Susanti
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2067

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas dari suatu pelayanan kesehatan. Komunikasi terapeutik yang ditampilkan oleh perawat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Tidak jarang pasien merasakan hasil atau hasil yang tidak sesuai dengan harapan, tetapi pasien merasa puas karena perawat mampu berkomunikasi dengan baik, dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini Tujuan: untuk mengetahui hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di Bangsal Cempaka I Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis statistik inferensial menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil: Berdasarkan penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien dengan p value 0,001 (p value < 0,05) Kesimpulan: Penting bagi perawat untuk menerapkan komunikasi terapeutik dan rumah sakit sebaiknya memiliki aturan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat.
HUBUNGAN PEMBERIAN REINFORCEMENT OLEH IBU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN KOGNITIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Regina Daulia Putri; Arya Ramadia; Irma Fidora
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2064

Abstract

Latar Belakang : orang tua terutama ibu yang dianggap sebagai orang yang terdekat dengan anak berperan penting dalam menerapkan model pembelajaran yang sesuai untuk anak prasekolah. Anak usia prasekolah yang mengalami kesulitan ketika berbicara, dan tidak bisa mengucapkan kata dengan baik adalah permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pemberian reinforcement oleh ibu dengan perkembangan bahasa dan kognitif pada anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Bukittinggi. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : ada hubungan pemberian reinforcement oleh ibu dengan perkembangan bahasa dengan p value 0,002, dan perkembangan kognitif dengan p value 0,007. Kesimpulan : pemberian reinforcement oleh ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan bahasa dan kognitif anak prasekolah.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN TB PARU Nailis Saadah; Ropika Ningsih; Edi Haskar
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2065

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit yang menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya (Amiruddin, 2012). Paling umum terinfeksi adalah paru-paru tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain, dan maslah ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien, sedangkan pasien yang memiliki kualitas hidup memerlukan dukungan keluarga, karena masih kurangnya dukungan keluarga dan masih rendahnya kualitas hidup pasien TB paru maka peneliti tertarik mengambil kasus ini. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien TB Paru di Puskesmas Paraman Ampalu Kabupaten Pasaman Barat tahun 2017. Metode : metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua pasien TB paru berjumlah 54 sekaligus sampel Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2017. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan komputerisasi menggunakan uji statistic chi-square test pada batas kemaknaan 0,05. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat darah responden sebelum memberikan air daun salam adalah 8,8 mg / dl dan rata-rata setelah pemberian adalah 7,5 mg/dl. Terlihat p-value 0,001
HUBUNGAN KETIDAKMAMPUAN FISIK DENGAN KEPUTUSASAAN PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Miftahul Rahmi; Irma Fidora; Ropika Ningsih
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2172

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis termasuk keputusasaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian non-experimen yang menggunakan metode descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner Barthel Index dan Beck Hopelessness Scale. Analisa data menggunakan Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (50%) mengalami ketergantungan berat dan (43,5%) mengalami keputusasaan berat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan dengan nilai p = 0.01 (p ≤ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Oleh karena itu sangat penting peran perawat profesional menerapkan caring dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mendeteksi dini adanya keputusasaan pada pasien stroke yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
HUBUNGAN KETIDAKMAMPUAN FISIK DENGAN KEPUTUSASAAN PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Miftahul Rahmi; Irma Fidora; Ropika Ningsih
Menara Medika Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No 1 September 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v2i1.2172

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis termasuk keputusasaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian non-experimen yang menggunakan metode descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner Barthel Index dan Beck Hopelessness Scale. Analisa data menggunakan Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (50%) mengalami ketergantungan berat dan (43,5%) mengalami keputusasaan berat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan dengan nilai p = 0.01 (p ≤ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketidakmampuan fisik dengan keputusasaan pada pasien stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Oleh karena itu sangat penting peran perawat profesional menerapkan caring dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mendeteksi dini adanya keputusasaan pada pasien stroke yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI Alholidi Alholidi; Irma Fidora; Wulan Sari Purba
Menara Medika Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Maret 2019
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i2.2066

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga yang optimal mendorong kesehatan para lansia meningkat. Bagian dari dukungan sosial adalah cinta dan kasih sayang yang harus dilihat secara terpisah sebagai bagian asuhan dan perhatian dalam fungsi efektif keluarga.Tujuan: mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di Posyandu Lansia Belakang Balok di Bukittinggi. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Posyandu Lansia Belakang Balok di Bukittinggi, yang berjumlah 76 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Acidental sample, instrument yang digunakan ialah kuesioner dan analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: . Hasil penelitian terdapat hubungan yang sangat nyata antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari (p=0.012). Kesimpulan: dukungan keluarga berada pada kategori baik sebanyak 61 (61,0%) responden, dan kemandirian lansia yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 34 (29,7 %) responden, maka dari itu sebaiknya keluarga harus nmemberikan dukungan kepada lansia agar kemandirian lansia lebih baik.
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT LANSIA Helvi Alvita; Irma Fidora
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2052

Abstract

Latar Belakang : Penyakit asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh asam atau tumpukan kristal di dalam jaringan, terutama jaringan sendi. 5-10% menyerang usia 5-20 tahun dan 20% pada usia 50 tahun ke atas, penyakit ini sering terjadi pada pria. Peningkatan urat dapat diatasi dengan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian rebusan daun salam (Syzygium Polyantum). Tujuan : mengetahui efektifitas rebusan air daun salam untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muaro Paiti Kapur IX Kecamatan Lima Puluh Kota. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pre-post test dalam satu kelompok (one-group pretest-posttest design). Sampel penelitian ini adalah laki-laki lanjut usia sebanyak 15 diambil dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Data diambil dengan menggunakan uji t berpasangan. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat darah responden sebelum memberikan air daun salam adalah 8,8 mg / dl dan rata-rata setelah pemberian adalah 7,5 mg/dl. Terlihat p-value 0,001
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS IV, V, DAN VI TENTANG JAJANAN SEHAT DI SDN 10 SIANOK KECAMATAN AMPEK KOTO KABUPATEN AGAM Ropika Ningsih
Menara Medika Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 September 2018
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v1i1.2057

Abstract

Latar Belakang : Penyuluhan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Jajanan sehat adalah jajanan yang bergizi dan tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh yang terdiri dari cemaran biologis/ mikrobiologis, kimia dan fisik yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan di SDN 10 Sianok Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam tahun 2017 untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa. Metode : Sampel dalam penelitian ini adalah 34 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode yang digunakan adalah Pre Ekperimen dengan pendekatan one group pre-test post-tes. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil : didapatkan pengetahuan rendah sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan diperoleh sebanyak 76,5% dan pengetahuan tinggi setelah diberikan penyuluhan kesehatan sebanyak 82,4%, dan nilai P-value adalah 0,0001. Kesimpulan : adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat penegtahuan siswa. Untuk itu peneliti mengharapkan kepada instansi terkait untuk mempertahankan serta meningkatan pemberian pendidikan kesehatan kepada siswa.
Hubungan Sanitasi Fisik Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita Rahma Dani; Irma Fidora; Anisa Sri Utami
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.268 KB)

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut menyebabkan 4 juta balita meninggalkan tiap tahunnya dimana 98% kematian tersebut desebabkan oleh pneumonia, Broncitis, dan bronkiotis terutama di Negara berpendapatan rendah dan menengah kejadian ISPA di Indonesia sebanyak 85,4% yang mana data tertinggi ada di DKI Jakarta (99.8%). Di Sumatera Barat 96,5%. Survey awal di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad pada bulan April tahun 2022 dengan jumlah ISPA 130,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita. Jenis penelitian ini menggunakan Observasional analitik dengan pendekatan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan di Puskesmas Rasimah Ahmad mengkaji lebih dalam lagi penyebab terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut di wilayah kerja tersebut dan memberikan penyuluhan penyebab terjdinya ISPA.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PAKET BELAJAR KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP KESIAPAN REMAJA AISYIYAH MENGHADAPI MASA PUBERTAS Irma Fidora; Silvia Adi Putri; Ropika Ningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i2.350

Abstract

ABSTRAKMasa remaja adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental yang dikenal dengan pubertas. Menarch merupakan salahsatu tanda bahwa mereka sudah memasuki masa pubertas. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung memilikipengalaman yang berbeda ketika menghadapi masa pubertas terutama menjelang menarch dibandingkan remaja yangtinggal bersama orang tua. Informasi yang diperoleh mengenai pubertas terbatas. Perubahan pada masa pubertas bisamenyebabkan kecemasan dan ketakutan. Pemberian paket belajar kesehatan perlu sebagai upaya meningkatkan kesiapanremaja menghadapi masa pubertas. Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi merupakan panti sosial dengan jumlah anak asuhyang terbanyak dan belum mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pemberian paket belajar kesehatan reproduksi terhadap kesiapan remaja menghadapi masapubertas. Metode quasy experimental digunakan dengan pendekatan pre-test dan post-test. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kesiapan menghadapi perubahan fisik dan psikologis serta menstruasi. Analisa bivariatmenggunakan paired t test. Sampel terdiri dari 40 remaja putri. Hasil penelitian mendapatkan responden penelitian memilikiusia antara 9-13 tahun dengan rata-rata 10,8 tahun, 65% responden belum mendapatkan informasi mengenai kesehatanreproduksi, 67,5% responden belum siap menghadapi menstruasi. Kesiapan remaja meningkat seteleh diberikan paketbelajar kesehatan reproduksi. Berdasarkan uji statistik pemberian paket belajar kesehatan reproduksi efektif alammeningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi masa pubertas.Kata kunci: kesehatan reproduksi; pubertas; remajaTHE EFFECTIVENESS OF PROVIDING REPRODUCTIVE HEALTH LEARNING PACKAGES ONTHE READINESS OF AISYIYAH’S FEMALE ADOLESCENCES IN FACING PUBERTYABSTRACTAdolescence is marked by physically and mentally change known as puberty. Menarche is a sign that female adolescenthave facing the puberty. Adolescents who live in orphanages tend to have different experiences when facing puberty. Thefemale adolescent had not got the comprehensive information about puberty. The changes in puberty would cause anxietyand fear. Providing reproductive health learning is necessary as an effort to increase adolescent readiness to face puberty.Aisyiyah Orphanage is a social institution with the largest number of foster children in the city of Bukittinggi, West Sumatera.Adolescents who live in these orphanege had not informed about reproductive health. The aim of this study was todetermine the effectiveness of providing reproductive health learning on the readiness of adolescents to face puberty. Thisstudy used a quasy experimental method with pre-test and post-test approaches. The data were collected using aquestionnaire designed to obtain data on the readiness of adolescents to face physical and psychological changes duringpuberty. Paired t-test used to determine how the effectiveness of the reproductive health learning on adolescent readinessto face puberty.This data was collected from 40 adolescent girl who lived in the Aisyiyah Orphanage in Bukittinggi. Theresults showed that respondents of the study had an age between 9-13 years with an average of 10.8 years, 65% ofrespondents has not received information about reproductive health, 67.5% of respondents are not ready t o facemenstruation. The readiness increased after being given reproductive health learning packages. Based on statistical tests,the provision of learning packages for reproductive health was effective in increasing the readiness of female adolescent infacing puberty.Keywords: reproductive health; puberty; adolescentEmail : irma.fidora@gmail.comABSTRAKMasa remaja adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental yang dikenal dengan pubertas. Menarch merupakan salahsatu tanda bahwa mereka sudah memasuki masa pubertas. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung memilikipengalaman yang berbeda ketika menghadapi masa pubertas terutama menjelang menarch dibandingkan remaja yangtinggal bersama orang tua. Informasi yang diperoleh mengenai pubertas terbatas. Perubahan pada masa pubertas bisamenyebabkan kecemasan dan ketakutan. Pemberian paket belajar kesehatan perlu sebagai upaya meningkatkan kesiapanremaja menghadapi masa pubertas. Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi merupakan panti sosial dengan jumlah anak asuhyang terbanyak dan belum mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pemberian paket belajar kesehatan reproduksi terhadap kesiapan remaja menghadapi masapubertas. Metode quasy experimental digunakan dengan pendekatan pre-test dan post-test. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kesiapan menghadapi perubahan fisik dan psikologis serta menstruasi. Analisa bivariatmenggunakan paired t test. Sampel terdiri dari 40 remaja putri. Hasil penelitian mendapatkan responden penelitian memilikiusia antara 9-13 tahun dengan rata-rata 10,8 tahun, 65% responden belum mendapatkan informasi mengenai kesehatanreproduksi, 67,5% responden belum siap menghadapi menstruasi. Kesiapan remaja meningkat seteleh diberikan paketbelajar kesehatan reproduksi. Berdasarkan uji statistik pemberian paket belajar kesehatan reproduksi efektif alammeningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi masa pubertas.Kata kunci: kesehatan reproduksi; pubertas; remajaTHE EFFECTIVENESS OF PROVIDING REPRODUCTIVE HEALTH LEARNING PACKAGES ONTHE READINESS OF AISYIYAH’S FEMALE ADOLESCENCES IN FACING PUBERTYABSTRACTAdolescence is marked by physically and mentally change known as puberty. Menarche is a sign that female adolescenthave facing the puberty. Adolescents who live in orphanages tend to have different experiences when facing puberty. Thefemale adolescent had not got the comprehensive information about puberty. The changes in puberty would cause anxietyand fear. Providing reproductive health learning is necessary as an effort to increase adolescent readiness to face puberty.Aisyiyah Orphanage is a social institution with the largest number of foster children in the city of Bukittinggi, West Sumatera.Adolescents who live in these orphanege had not informed about reproductive health. The aim of this study was todetermine the effectiveness of providing reproductive health learning on the readiness of adolescents to face puberty. Thisstudy used a quasy experimental method with pre-test and post-test approaches. The data were collected using aquestionnaire designed to obtain data on the readiness of adolescents to face physical and psychological changes duringpuberty. Paired t-test used to determine how the effectiveness of the reproductive health learning on adolescent readinessto face puberty.This data was collected from 40 adolescent girl who lived in the Aisyiyah Orphanage in Bukittinggi. Theresults showed that respondents of the study had an age between 9-13 years with an average of 10.8 years, 65% ofrespondents has not received information about reproductive health, 67.5% of respondents are not ready t o facemenstruation. The readiness increased after being given reproductive health learning packages. Based on statistical tests,the provision of learning packages for reproductive health was effective in increasing the readiness of female adolescent infacing puberty.Keywords: reproductive health; puberty; adolescentEmail : irma.fidora@gmail.comABSTRAKMasa remaja adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental yang dikenal dengan pubertas. Menarch merupakan salahsatu tanda bahwa mereka sudah memasuki masa pubertas. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung memilikipengalaman yang berbeda ketika menghadapi masa pubertas terutama menjelang menarch dibandingkan remaja yangtinggal bersama orang tua. Informasi yang diperoleh mengenai pubertas terbatas. Perubahan pada masa pubertas bisamenyebabkan kecemasan dan ketakutan. Pemberian paket belajar kesehatan perlu sebagai upaya meningkatkan kesiapanremaja menghadapi masa pubertas. Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi merupakan panti sosial dengan jumlah anak asuhyang terbanyak dan belum mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pemberian paket belajar kesehatan reproduksi terhadap kesiapan remaja menghadapi masapubertas. Metode quasy experimental digunakan dengan pendekatan pre-test dan post-test. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kesiapan menghadapi perubahan fisik dan psikologis serta menstruasi. Analisa bivariatmenggunakan paired t test. Sampel terdiri dari 40 remaja putri. Hasil penelitian mendapatkan responden penelitian memilikiusia antara 9-13 tahun dengan rata-rata 10,8 tahun, 65% responden belum mendapatkan informasi mengenai kesehatanreproduksi, 67,5% responden belum siap menghadapi menstruasi. Kesiapan remaja meningkat seteleh diberikan paketbelajar kesehatan reproduksi. Berdasarkan uji statistik pemberian paket belajar kesehatan reproduksi efektif alammeningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi masa pubertas.Kata kunci: kesehatan reproduksi; pubertas; remajaTHE EFFECTIVENESS OF PROVIDING REPRODUCTIVE HEALTH LEARNING PACKAGES ONTHE READINESS OF AISYIYAH’S FEMALE ADOLESCENCES IN FACING PUBERTYABSTRACTAdolescence is marked by physically and mentally change known as puberty. Menarche is a sign that female adolescenthave facing the puberty. Adolescents who live in orphanages tend to have different experiences when facing puberty. Thefemale adolescent had not got the comprehensive information about puberty. The changes in puberty would cause anxietyand fear. Providing reproductive health learning is necessary as an effort to increase adolescent readiness to face puberty.Aisyiyah Orphanage is a social institution with the largest number of foster children in the city of Bukittinggi, West Sumatera.Adolescents who live in these orphanege had not informed about reproductive health. The aim of this study was todetermine the effectiveness of providing reproductive health learning on the readiness of adolescents to face puberty. Thisstudy used a quasy experimental method with pre-test and post-test approaches. The data were collected using aquestionnaire designed to obtain data on the readiness of adolescents to face physical and psychological changes duringpuberty. Paired t-test used to determine how the effectiveness of the reproductive health learning on adolescent readinessto face puberty.This data was collected from 40 adolescent girl who lived in the Aisyiyah Orphanage in Bukittinggi. Theresults showed that respondents of the study had an age between 9-13 years with an average of 10.8 years, 65% ofrespondents has not received information about reproductive health, 67.5% of respondents are not ready t o facemenstruation. The readiness increased after being given reproductive health learning packages. Based on statistical tests,the provision of learning packages for reproductive healt