Musculoskeletal disorders (MSD) merupakan masalah kesehatan kerja yang dominan pada kelompok petani, dengan prevalensi risiko tinggi mencapai 41,3% di Kecamatan Metro Utara, namun peran kombinasi intensitas aktivitas fisik dan kebiasaan merokok sebagai faktor risiko independen belum dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan risiko keluhan MSD pada petani di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Penelitian menggunakan desain cross-sectional analitik terhadap 329 petani yang direkrut melalui consecutive sampling; keluhan MSD diukur dengan Nordic Body Map, aktivitas fisik dengan GPAQ, dan kebiasaan merokok dengan Indeks Brinkman, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan Koefisien Kontingensi. Hasil menunjukkan 41,3% responden berisiko tinggi MSD. Aktivitas fisik berat berhubungan signifikan dengan risiko tinggi (χ²(4) = 294,401; p < 0,001; CC = 0,687), dengan 94,6% petani beraktivitas berat berisiko tinggi, dan kebiasaan merokok juga berhubungan signifikan (χ²(4) = 171,148; p < 0,001; CC = 0,585). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik berat dan merokok berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko MSD, dengan aktivitas fisik sebagai asosiasi yang lebih dominan, sehingga diperlukan intervensi fisioterapi preventif yang mengintegrasikan manajemen beban kerja, edukasi ergonomi, dan strategi berhenti merokok.