Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN SISWA MELALUI EVALUASI PROGRAM KESEHATAN SEKOLAH DI SDN KROBOKAN KOTA SEMARANG: TINJAUAN GIZI, KESEHATAN GIGI, ERGONOMI, DAN AKTIVITAS FISIK Maulana Ridho Agung; Gustarindra Khurul Ngatik; Zhalinka Hediyati Irawan; Gendis Sekar Tanjung; Omega Trimagesti Rahayu; Syeilla Monica Putri; Fahma Nisrina Kaltsum; Zenia Kumala Pratama; Juan Foni; Nur Tazkiyah At Tamaamiyyah; Dyah Ernawati; Bayu Yoni Setyo Nugroho
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program kesehatan sekolah di SDN Krobokan Kota Semarang melalui observasi partisipatif terhadap empat aspek utama, yaitu kesehatan gigi dan mulut, gizi, ergonomi, dan aktivitas fisik. Kegiatan dilaksanakan pada 18-19 Mei 2026 dengan melibatkan 26 siswa kelas 4A. MetodeĀ  yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, demonstrasi, praktik, dan evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi mencapai 53,8% meskipun seluruh siswa telah menyikat gigi setiap hari, disertai belum berjalannya program UKGS secara rutin. Pada aspek gizi, sebanyak 34,7% siswa jarang mengonsumsi sayur dan buah, sedangkan konsumsi minuman manis dan camilan asin masih tinggi. Dari segi ergonomi, 73,1% siswa duduk dengan posisi membungkuk dan 65,4% membawa tas melebihi batas beban yang direkomendasikan. Pada aspek aktivitas fisik, hanya 11,5% siswa yang berjalan kaki ke sekolah, sementara lebih dari 65% menggunakan gawai melebihi batas rekomendasi WHO. Pengabdian melakukan sosialisai serta edukasi kepada siswa sekolah. Kegiatan ini meliputi intervensi edukasi kesehatan secara langsung kepada siswa. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan kesehatan sekolah yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan melibatkan kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemangku kebijakan setempat.