Dalam pemasaran komoditas berkelanjutan, transparansi rantai pasok menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pembeli. Kakao tidak lagi hanya dinilai dari volume dan harga, tetapi juga dari kejelasan asal produk, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, dan kemampuan aktor rantai pasok menyediakan informasi yang dapat diverifikasi. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara transparansi rantai pasok, kepercayaan pembeli, dan nilai pemasaran kakao berkelanjutan, serta mengembangkan model konseptual yang relevan bagi pengembangan dashboard ketertelusuran kakao di Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur naratif dan analisis data sekunder dari dokumen resmi, publikasi statistik, dan studi terdahulu tentang rantai nilai, traceability, transparansi, serta kepercayaan dalam sistem pangan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa transparansi dapat meningkatkan kepercayaan pembeli melalui tiga mekanisme utama, yaitu penyediaan informasi asal produk, jaminan mutu dan proses, serta kredibilitas kelembagaan aktor rantai pasok. Pada konteks kakao Kolaka, kebutuhan transparansi menjadi penting karena daerah ini memiliki basis petani yang besar, tetapi masih membutuhkan penguatan sistem informasi rantai pasok, pencatatan mutu, dan koordinasi pemasaran. Artikel ini mengusulkan model konseptual bahwa transparansi rantai pasok berpengaruh terhadap kepercayaan pembeli, kepercayaan pembeli berperan dalam meningkatkan nilai pemasaran, dan ketertelusuran digital menjadi mekanisme pendukung yang menghubungkan data petani, kebun, mutu, batch, harga, dan kelembagaan. Implikasi artikel ini adalah perlunya pengembangan dashboard pemasaran kakao yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai instrumen membangun kepercayaan dan nilai pasar kakao berkelanjutan.