This Author published in this journals
All Journal Jurnal Riset Farmasi
Rafiqoh Nafisah Mustaqim
Program Studi Farmasi, Fakultas Industri Halal, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Rhodamin B pada Kerupuk Gunung Gunungkidul menggunakan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Rafiqoh Nafisah Mustaqim; Muhammad Alfian; Rizky Gustinanda
Jurnal Riset Farmasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v6i1.9784

Abstract

Abstract. Kerupuk gunung is one of Gunungkidul's typical food products that has a striking red color and potentially uses dangerous synthetic dyes such as Rhodamine B. This study aims to identify and determine the levels of Rhodamine B in red-colored kerupuk gunung circulating in Karangwetan, Semin, Gunungkidul. Qualitative analysis was carried out using the Thin Layer Chromatography (TLC) method, while quantitative analysis was carried out using UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 555 nm. The calibration curve was made in the range of 0.5–2.5 ppm and produced a regression equation y = 0.1536x + 0.0028 with a correlation coefficient (r) of 0.999. Validation parameters showed precision with a CV of 0.18%, recovery of 99.60–100.67%, and LOD and LOQ values ​​of 0.0569 µg/mL and 0.1726 µg/mL, respectively. The TLC test results showed that all samples did not display spots or fluorescence typical of Rhodamine B. Quantitative analysis showed that Rhodamine B levels were in the range of 0.0000–0.1185 µg/mL, all of which were below the LOQ value. Based on these results, it can be concluded that the mountain crackers circulating in the research area were not detected to contain Rhodamine B. Abstrak. Kerupuk gunung merupakan salah satu produk pangan khas Gunungkidul yang memiliki warna merah mencolok dan berpotensi menggunakan pewarna sintetis berbahaya seperti Rhodamin B. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar Rhodamin B pada kerupuk gunung berwarna merah yang beredar di Karangwetan, Semin, Gunungkidul. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 555 nm. Kurva kalibrasi dibuat pada rentang 0,5–2,5 ppm dan menghasilkan persamaan regresi y = 0,1536x + 0,0028 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,999. Parameter validasi menunjukkan presisi dengan CV 0,18%, recovery 99,60–100,67%, serta nilai LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,0569 µg/mL dan 0,1726 µg/mL. Hasil uji KLT menunjukkan seluruh sampel tidak menampilkan bercak maupun fluoresensi khas Rhodamin B. Analisis kuantitatif menunjukkan kadar Rhodamin B berada dalam rentang 0,0000–0,1185 µg/mL, yang seluruhnya berada di bawah nilai LOQ. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerupuk gunung yang beredar di wilayah penelitian tidak terdeteksi mengandung Rhodamin B.