Siti Nurbaya
Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS PB SELAYANG II Christica Ilsanna Surbakti; Perri; Siti Nurbaya; Rio Chandra; Cut Maulia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6174

Abstract

Diabetes melitus atau penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup. Diabetes melitus (DM) disebabkan oleh gangguan metabolisme yang terjadi pada organ pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau sering disebut dengan kondisi hiperglikemia yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin dari pankreas. Penyebabnya adalah usia, aktifitas fisik, gaya hidup, riwayat keluarga dan factor berat badan atau obesitas. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi penggunaan oabt yang rasional pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas PB Selayang II. Latar belakang: Kejadian DRPs merupakan penyebab kematian 4 dari 6 orang pasien dan biaya untuk kejadian DRPs menjadi dua kali lebih besar dibandingkan terapi yang sebenarnya. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi penggunaan oabt yang rasional pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas PB Selayang II. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan cara mencatat rekam medis pasien dan hasil ang didapat dalam bentuk persentase. Pasien rawat jalan diabetes mellitus di Puskemsas PB Selayang II. Hasil: menunjukkan terdapat Drug Related problems pada pasien rawat jalan dengan jumlah : 23,4% atau 15 kasus Indikasi tanpa obat, 6,25% atau 4 kasus Obat tanpa indikasi, 29,68 atau 19 kasus terlalu banyak diresepkan obat untuk indikasi, 3,12% atau 2 kasus Dosis terlalu rendah, 4,68% atau 3 kasus dosis terlalu tinggi. Dengan total 43 kasus DRPs.