Latar belakang: Masa nifas merupakan periode penting bagi keberhasilan pemberian ASI, namun sebagian ibu mengalami produksi ASI yang tidak lancar sehingga berisiko memberikan susu formula sejak dini dan menghambat pencapaian ASI eksklusif. Pijat laktasi dapat membantu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, memberikan efek relaksasi, memperlancar pengeluaran ASI, serta mengurangi risiko pembengkakan payudara pada ibu nifas Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas melalui edukasi dan praktik pijat laktasi untuk membantu meningkatkan kelancaran produksi ASI di PMB Ronni Naudur Siregar Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Metode:Kegiatan diikuti oleh 20 ibu nifas di PMB Ronni Naudur Siregar Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi mengenai ASI dan pijat laktasi, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung teknik pijat laktasi untuk membantu meningkatkan kelancaran produksi ASI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi keterampilan peserta, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil: Sebelum diberikan pijat laktasi, sebanyak 7 dari 10 ibu nifas (70%) pada kelompok intervensi mengalami produksi ASI tidak lancar. Setelah diberikan pijat laktasi, sebanyak 9 dari 10 ibu nifas (90%) mengalami produksi ASI lancar, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,014 (p < 0,05), yang berarti pijat laktasi berpengaruh signifikan terhadap kelancaran produksi ASI. Kesimpulan: Edukasi dan praktik pijat laktasi dapat meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas serta menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif