Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Metformin Sebagai Terapi Adjuvan Pada Pasien Kanker Payudara: Literature Review Sri Rahmat Molidia
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1079

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis di dunia dengan sekitar 2,3 juta kasus baru setiap tahun. Perkembangan strategi drug repurposing mendorong pemanfaatan kembali obat yang telah ada untuk indikasi baru dalam terapi kanker. Metformin, obat lini pertama untuk diabetes melitus tipe 2, dilaporkan memiliki potensi aktivitas antikanker dan berpotensi digunakan sebagai terapi tambahan pada kanker payudara. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum berbagai penelitian mengenai potensi penggunaan metformin sebagai terapi adjuvan pada pasien kanker payudara. Metode: Kajian literatur ini menggunakan pendekatan seleksi artikel berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database ScienceDirect terhadap publikasi jurnal penelitian yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2026 menggunakan kata kunci “metformin”, “breast cancer”, “breast neoplasm”, “treatment”, “therapy”, dan “management”. Artikel yang diinklusi merupakan jurnal internasional yang membahas penggunaan metformin pada kanker payudara dan tersedia dalam bentuk full text. Analisis dilakukan dengan membandingkan persamaan dan perbedaan temuan dari artikel yang diperoleh. Hasil: Sebanyak enam penelitian diinklusi dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin berpotensi meningkatkan overall survival pada pasien kanker payudara dengan diabetes, menurunkan risiko kejadian kanker payudara, serta memperbaiki biomarker metabolik seperti estradiol, insulin, leptin, dan HOMA-IR. Studi eksperimental juga menunjukkan bahwa metformin dapat meningkatkan efek antitumor melalui kombinasi dengan terapi target serta menghambat proliferasi sel kanker melalui mekanisme molekuler tertentu. Kesimpulan: Metformin memiliki potensi sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan kanker payudara melalui berbagai mekanisme biologis dan molekuler serta memberikan implikasi penting dalam bidang kefarmasian, khususnya dalam pengembangan strategi drug repurposing dan optimalisasi terapi kanker.
EDUKASI PEMBUATAN TELANGCHA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHAUAN DAN KETERAMPILAN SISWA Iswahyudi; Ade Wirastuti; Abdurraafi' Maududi Dermawan; Sri Rahmat Molidia
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10143

Abstract

TelangCha merupakan produk inovatif berbasis bahan alam yang dapat ditemukan melimpah di Kalimantan Barat, khususnya bunga telang (Clitoria ternatea), memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Kombucha, sebagai minuman fermentasi yang kaya probiotik, dipadukan dengan bunga telang guna menghasilkan functional beverage yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Bina Dharma Pontianak dalam memanfaatkan Kombucha dan Bunga Telang sebagai bahan baku minuman herbal. Kegiatan ini mencakup edukasi kandungan bioaktif Kombucha dan Bunga Telang, pelatihan pembuatan minuman herbal, dan pengembangan produk minuman teh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 21,6 meningkat menjadi 24,3 pada post-test, atau naik sebesar 10,8%. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pemanfaatan bahan alam lokal sebagai minuman fungsional, serta berpotensi mendorong pengembangan produk minuman herbal yang inovatif dan bernilai kesehatan.