Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMERIKSAAN KANDUNGAN BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PREDNISON PADA BEBERAPA SEDIAAN JAMU REMATIK Ade Wirastuti; A Amaliah Dahlia; Ahmad Najib
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 3, No 1 (2016): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.029 KB) | DOI: 10.33096/jffi.v3i1.172

Abstract

A study of identification and assay of prednisone in rheumatic jamu. The aim of this study to identify the presence of Chemicals Drug (CD) in containing prednisone in rheumatic jamu with TLC-densitometry method. Samples extracted with Mesceration method using etanol 96% solvent by sonicator. Qualitative analysis using thin layer chromatography (TLC) with a mobile phase of chloroform : ethyl acetate (1 : 9) indicates that the sample A containing Prednison. Quantitative analysis using a TLC-densitometry at a maximum wave-length 254 nm. The result is one containing prednisone that suspected sample “A” is 475,421 µg/mL and the percentage is 4,754%.
PENGARUH KUALITAS KEFARMASIAN TERHADAP PELAYANAN DI APOTEK RSIA ANANDA TRIFA KOTA PAREPARE Ade Wirastuti; Yusri A. Noe; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i1.668

Abstract

Pelayanan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan ataupun cara melayani orang lain untuk memenuhi keinginannya. Pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab dari pemerintah, swasta ataupun masyarakat. Apotek adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat. Hal utama yang perlu diperhatikan di apotek adalah meningkatkan kualitas pelanggan agar dapat bertahan, bersaing mempertahankan pasar yang ada. Oleh karena itu, apotek harus mempertahankan ataupun meingkatkan kualitasnya dengan memberikan pelayanan yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai kualitas pelayan kefarmasian di Apotek RSIA Ananda Trifa kota parepare. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantatif, lokasi penelitian ini dilakukan di Apotek RSIA Ananda Trifa kota Parepare. waktu penelitian bulan 20 Juli s/d 19 Agustus 2019 jumlah sampel sebanyak 100 Responden pengambilan sampel dengan mengunakan teknik purposive sampling, instrument penelitian berupa kuesioner dengan menggunakan cara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Ananda Trifa Kota Parepare terhadap kepuasan konsumen termasuk dalam kategori puas, dengan persentase masing-masing sebagai berikut, realibility 71,43%, responsiveness 72,00%, assurance 61,08%, emphaty 69,94%, dan tangible 62,39%.
What Type of Exercise for Obesity with Knee Osteoarthritis? : Systematic Review Muh Alif Kurniawan Sam; Ade Wirastuti; Nur Agung Martopo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1089

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis berhubungan erat dengan obesitas. Kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Hal ini dikarenakan, kondisi tersebut meningkatkan beban mekanik pada sendi lutut sehingga gejala dapat semakin berat. Tujuan: Mengetahui jenis latihan yang dapat memberikan manfaat bagi penderita knee osteoarthritis yang disertai obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review menggunakan artikel yang terbit pada tahun 2015 – 2026. Pencarian dilakukan melalui https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/ dan https://pedro.org.au/. Tinjauan ini dilakukan dan dilaporkan sesuai dengan pernyataan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil: Ditemukan 13 artikel dengan tema yang serupa, 8 artikel dari Pubmed dan 5 artikel yang dijumpai di Pedro. Telah ditemukan 5 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ada. Berbagai treatment yang diberikan, strengthening exercise dan stretching menjadi latihan yang diterapkan. Beberapa artikel juga menggunakan program diet dalam menanggulangi obesitas. Kesimpulan: Strengthening exercise efektif menurunkan nyeri dan kekakuan sendi pada knee osteoarthritis. Tetapi, hal tersebut tidak mempengaruhi penurunan indeks massa tubuh seseorang. Strengthening exercise jika dikombinasikan dengan diet secara terkontrol, mampu mengurangi penurunan berat badan dan meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita knee osteoarthritis dengan obesitas.
EDUKASI PEMBUATAN TELANGCHA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHAUAN DAN KETERAMPILAN SISWA Iswahyudi; Ade Wirastuti; Abdurraafi' Maududi Dermawan; Sri Rahmat Molidia
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10143

Abstract

TelangCha merupakan produk inovatif berbasis bahan alam yang dapat ditemukan melimpah di Kalimantan Barat, khususnya bunga telang (Clitoria ternatea), memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Kombucha, sebagai minuman fermentasi yang kaya probiotik, dipadukan dengan bunga telang guna menghasilkan functional beverage yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Bina Dharma Pontianak dalam memanfaatkan Kombucha dan Bunga Telang sebagai bahan baku minuman herbal. Kegiatan ini mencakup edukasi kandungan bioaktif Kombucha dan Bunga Telang, pelatihan pembuatan minuman herbal, dan pengembangan produk minuman teh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 21,6 meningkat menjadi 24,3 pada post-test, atau naik sebesar 10,8%. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pemanfaatan bahan alam lokal sebagai minuman fungsional, serta berpotensi mendorong pengembangan produk minuman herbal yang inovatif dan bernilai kesehatan.
Comparison of The Effectiveness of Intermittent and Continuous Pantoprazole Therapy in Peptic Ulcer Disease Bleeding Ade Wirastuti; Sri Rahmat Molidia; Salsabela Salsabela; Kharina Anisya; Fortunata Saesarria Deisberanda; Kathina Deswi Aqsa; Muhammad Nur Ajwad; Abdurraafi' Maududi Dermawan; Fakhruddin Fakhruddin; Rommy Rommy
Academic Hospital Journal Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ahj.v8i1.115539

Abstract

Background:  Peptic ulcer disease with melena is commonly encountered in clinical practice. Pantoprazole is widely used to control bleeding and heal ulcers, but there is still debate regarding the effectiveness of intermittent bolus administration compared to continuous infusion.Objective: To review and evaluate the literature on the comparative effectiveness of pantoprazole administered via intermittent bolus versus continuous infusion.Methods: This study employed a narrative literature review design. Literature searches were conducted in the PubMed, Google Scholar, ProQuest, and Sage Journals databases for publications from 2020 to 2025 using the keywords: “pantoprazole,” “continuous infusion,” “intermittent bolus,” “effectiveness,” “bleeding,” and “peptic ulcer disease”.Result: Four articles met the inclusion criteria. Two studies reported no significant difference between intermittent bolus and continuous infusion administration. One study found that intermittent bolus administration was associated with a shorter length of stay, whereas another recommended continuous infusion for patients at high risk of upper gastrointestinal bleeding. There was heterogeneity in study design and reported outcomes.Conclusion: There is no significant difference between continuous infusion and intermittent bolus administration of pantoprazole; given the limited number and quality of studies, further research is needed.