Dzikril Jipa
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA DAN NILAI BUDAYA TRADISI TURUN MANDI (Karek Abuak Anak) DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU Jefri Firmansyah; Remika Cintawan Nasution; Dzikril Jipa; Inka Aulia Pratiwi; Azkia Yuliani
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.82-96

Abstract

Tradisi turun mandi atau karek abuak anak merupakan salah satu ritual adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Minangkabau sebagai bagian dari siklus kehidupan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dan nilai budaya yang terkandung dalam prosesi tradisi turun mandi berdasarkan sumber pustaka primer dan sekunder. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode library research, kajian ini mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menelaah berbagai dokumen budaya Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi turun mandi mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, identitas matrilineal, serta peran sentral mamak dan bundo kanduang dalam membentuk identitas seorang anak Minangkabau. Elemen simbolik seperti air, pisau, beras kuning, dan daun-daun ritual memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan harapan, perlindungan, dan keselamatan. Meskipun terdapat variasi pelaksanaan antarnagari, substansi nilai yang diusung tetap konsisten sebagai cerminan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Kata Kunci: Turun Mandi; Karek Abuak; Nilai Budaya; Minangkabau; Matrilineal
Pendidikan Perempuan di Minangkabau pada Era Politik Etis (1901-1942) Nisa Ulaini; Sri Handayani; Fitra Rahmadani; Dzikril Jipa; Zikra Karmila
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v5i2.7339

Abstract

Ethical politics carried out by the Dutch colonial government towards the Minangkabau community provided great opportunities for the advancement of Minangkabau education. One of the striking Dutch policies was its education, and this education policy became the core of this colonial policy. Therefore, at the beginning of the 20th century in Minangkabau, there was a movement carried out by several women, one of which was Rahmah El Yunus. This research is a literature study that uses a philosophical approach and a historical approach. The data analysis techniques used in this study are descriptive analysis techniques and content analysis. From the results of this research on Women's Education in Minangkabau in the Era of Ethical Politics, there is a girls' school in Minangkabau, namely Diniyyah Puteri Padang Panjang founded by Rahmah El Yunus. Rahmah El Yunus was very motivated to make Minangkabau women more advanced and intelligent by establishing a special school for girls, namely the Diniyyah Putri Padang Panjang school. The importance of education is not only for men, but also for women. A woman who gets an education will be an example for her child and also her family.