Kondisi sanitasi lingkungan rumah di permukiman padat penduduk yang kurang baik dapat meningkatkan risiko keberadaan tikus sebagai vektor penyakit. Pengelolaan sampah yang tidak optimal, kondisi rumah yang kurang sehat, serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang mendukung berkembangnya tikus di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan rumah dan keberadaan tikus sebagai vektor penyakit di permukiman padat penduduk Kelurahan Terjun Lingkungan X, Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk menilai pengetahuan, sikap, tindakan, kondisi sanitasi rumah, serta keberadaan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (98,0%), namun mayoritas memiliki sikap rendah (90,2%) dan tindakan rendah (96,1%). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa kondisi sanitasi rumah sebagian besar berada pada kategori tidak baik (94,1%), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan rumah. Adanya, keberadaan tikus ditemukan pada 76,5% rumah responden. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kualitas sanitasi lingkungan rumah serta belum optimalnya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih berkontribusi terhadap tingginya keberadaan tikus sebagai vektor penyakit, sehingga diperlukan upaya perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.