Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Keberadaan Tikus sebagai Vektor Penyakit di Lingkungan XX Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Meutia Nanda; Alysa Rahmadani Hasibuan; Lifira Naila Salsabila; Novita Rahma Yanti Harahap; Aulia Zahra Ritonga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8818

Abstract

Kondisi sanitasi lingkungan rumah di permukiman padat penduduk yang kurang baik dapat meningkatkan risiko keberadaan tikus sebagai vektor penyakit. Pengelolaan sampah yang tidak optimal, kondisi rumah yang kurang sehat, serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang mendukung berkembangnya tikus di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan rumah dan keberadaan tikus sebagai vektor penyakit di permukiman padat penduduk Kelurahan Terjun Lingkungan X, Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk menilai pengetahuan, sikap, tindakan, kondisi sanitasi rumah, serta keberadaan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (98,0%), namun mayoritas memiliki sikap rendah (90,2%) dan tindakan rendah (96,1%). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa kondisi sanitasi rumah sebagian besar berada pada kategori tidak baik (94,1%), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan rumah. Adanya, keberadaan tikus ditemukan pada 76,5% rumah responden. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kualitas sanitasi lingkungan rumah serta belum optimalnya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih berkontribusi terhadap tingginya keberadaan tikus sebagai vektor penyakit, sehingga diperlukan upaya perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Edukasi Pengetahuan Tentang Kebencanaan untuk Kesiapsiagaan Banjir di SMP Negeri 16 Medan: Penelitian Meutia Nanda; Alya Najwa; Jihan Nabila Ritonga; Aulia Zahra Ritonga; Rifa Dwi Ramadhani; Alfira Budiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4838

Abstract

Flooding is one of the most frequent hydrometeorological disasters and has a significant impact on social, economic, and health aspects of society, requiring efforts to improve preparedness through education on flood disasters in schools, especially in flood-prone areas. The purpose of this study was to determine the effect of education on students' knowledge and preparedness in facing flood disasters. The method used in this study was quantitative with a pre-post test one group design and involved 50 ninth-grade students. The measurement instrument was a questionnaire sheet given before and after education. Data analysis used a paired t-test. The results showed an increase in the average knowledge score from 5.60 (pre-test) to 7.00 (post-test) with a significance value of p < 0.001, which means that education has a significant effect on increasing students' knowledge. A significant improvement was seen in the material on the causes of flooding, mitigation and capabilities, as well as preparedness and information utilization, with the post-test showing a correct answer percentage of over 90%. Education on flood disasters has proven effective in improving students' understanding of the causes, mitigation, and flood response measures.