Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pola Hidup Sehat di Era Digital Alysa Rahmadani Hasibuan; Anissya Fahira Pasaribu; Shafira Alfiyah; Jelita Nazwa Utami; Novita Rahma Yanti Harahap; Nurhayati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat kini lebih mudah mengakses berbagai informasi kesehatan melalui media digital, namun juga dihadapkan pada tantangan terkait penyaringan informasi yang akurat dan terpercaya. Pendidikan kesehatan menjadi faktor penting dalam membimbing masyarakat agar dapat memahami dan menerapkan pola hidup sehat yang berbasis pada informasi yang benar. Penelitian ini menggunakan metode kualitattif studi kasus, adapun pengumpulan datanya yakni survei dan wawancara untuk menggali persepsi masyarakat mengenai pemanfaatan media digital dalam memperoleh informasi kesehatan dan kaitannya dengan perubahan perilaku hidup sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat telah terbiasa mengakses informasi kesehatan secara daring, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan pola hidup sehat yang tepat. Oleh karena itu, program pendidikan kesehatan yang memanfaatkan teknologi digital, seperti webinar, aplikasi kesehatan, dan konten edukasi interaktif, dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat. Selain itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan melalui platform digital bersifat akurat, mudah dipahami, dan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang strategi pendidikan kesehatan yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Analisis Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Keberadaan Tikus sebagai Vektor Penyakit di Lingkungan XX Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Meutia Nanda; Alysa Rahmadani Hasibuan; Lifira Naila Salsabila; Novita Rahma Yanti Harahap; Aulia Zahra Ritonga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8818

Abstract

Kondisi sanitasi lingkungan rumah di permukiman padat penduduk yang kurang baik dapat meningkatkan risiko keberadaan tikus sebagai vektor penyakit. Pengelolaan sampah yang tidak optimal, kondisi rumah yang kurang sehat, serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang mendukung berkembangnya tikus di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan rumah dan keberadaan tikus sebagai vektor penyakit di permukiman padat penduduk Kelurahan Terjun Lingkungan X, Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk menilai pengetahuan, sikap, tindakan, kondisi sanitasi rumah, serta keberadaan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (98,0%), namun mayoritas memiliki sikap rendah (90,2%) dan tindakan rendah (96,1%). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa kondisi sanitasi rumah sebagian besar berada pada kategori tidak baik (94,1%), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan rumah. Adanya, keberadaan tikus ditemukan pada 76,5% rumah responden. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kualitas sanitasi lingkungan rumah serta belum optimalnya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih berkontribusi terhadap tingginya keberadaan tikus sebagai vektor penyakit, sehingga diperlukan upaya perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.